preview

Archive for January 2020

Mengunjungi Penglipuran, one of the most cleanest villages in the world.

Bali...

Pulau dewata ini emang memiliki sejuta pesona dan seakan akan memiliki magnet yang mampu menarik jutaan manusia buat datang kesini.

by the way ini adalah kunjungan kedua gue ke bali dan udah hari kelima. tiga hari pertama gue habiskan buat explore nusa penida dan hari ini sesuai schedule yang telah dibuat, gue akan mengunjungi penglipuran yang katanya merupakan salah satu desa terbersih didunia, let's see.

Desa penglipuran berada di kabupaten Bangli, sekitar 55 km arah utara kuta/ denpasar. untuk menuju kesana gue sih prefer bawa kendaraan pribadi ya, bisa rental mobil atau motoran kayak gue. rentalan motor juga banyak banget kok tapi jangan asal ambil motor, karena perjalanan lumayan jauh mending cek fisik kendaraan dulu biar perjalanan nyaman. and fyi, kalo bawa mobil siap - siap menempuh kemacetan juga :D

rencananya sih mau berangkat paling lama jam 07.00 WITA, tapi karna efek mager gue berangkat jam 9 yang akhirnya buat gue rada menyesal. ya walaupun semua orang tau penyesalan datang terlambat tapi tetap aja dibuat.
berbekal air minum refill-an + Mc'D sisa kemaren gue mulai tancap gas menuju penglipuran. thanks to Lars dan Jens Eilstrup Rasmussen yang udah capek - capek buat google maps, kalian luar biasaa berkat kalian dan h/f bluetooth diskonan bl*bl* gue ga perlu tanya sana sini buat ke desa penglipuran, makasi juga buat suara mba2 gugel.

perjalanan cukup buat pantat pegel, 1 jam 40 menitan, namun perjalanan itu worthy kok. apalagi mendekati desa penglipuran suasana pedesaan sangat terasa. jalan kecil dan hutan bambu yang sungguh membuat mata dan pikiran segerr.
untuk masuk ke desa penglipuran, setiap pengunjung lokal dikenai retribusi sebesar Rp15rb + Rp1rb untuk parkir motor, untuk mobil parkirnya Rp8rb. 
sudah sangat jelas gue emang seharusnya kesini lebih pagi, karena ini rame banget T_T. selain gue kesiangan, ternyata di desa ini sedang ada festival "PVF (Penglipuran Village Festival) VII 2019" yang membuat desa ini lebih ramai dari hari biasa.
sesuai dengan ekspektasi gue, desa ini emang asri banget. setiap rumah memiliki halaman hijau yang berasal dari tanaman serta bunga - bunga yang membuat suasana tambah asri.


selain tanaman, setiap keluarga memiliki gapura masing - masing dan dihalaman belakang rumah selalu terlihat pura keluarga. masyarakat didesa ini sangat ramah. sebagian besar juga berjualan cindera mata yang menurut gue harganya masih sangat wajar.
Penglipuran Village - Pic 1

Penglipuran Village - Pic 2
kebersihan desa ini emang sangat terjaga, namun sayang beberapa rumput dipinggiran jalan terlihat hilang yang kemungkinan besar karena dipijak oleh wisatawan :(
gue ngerasa masyarakat di desa ini sangat mencintai lingkungan dan alamnya, kadang ngerasa iri kenapa sebagian dari kita gabisa mencontoh hal - hal seperti ini. sesulit itukah buat gak buang sampah sembarangan? seandainya nih masing - masing individu merasa bertanggung jawab terhadap lingkungan dan alamnya dan menyebar ke setiap kelurahan diseluruh negeri ini untuk menjaga desanya. sesimple itu tapi ternyata gk simple :(
bahkan didesa ini, gue ngeliat beberapa wisatawan masih meninggalkan "sampah" botol mineral mereka, padahal tong sampah dimana - mana. miris...

yang perlu kita ingat, alam selalu berupaya menjaga keseimbangannya. disaat alam mulai ngerasa dia sudah mulai "rusak" maka dia akan mulai melakukan cara untuk mengembalikan keseimbangannya. kalau kita gak bisa menjaga, alam selalu punya jalan. tapi manusia malah menganggapnya sebagai "disaster".

Beberapa pernak pernik cindera mata.
oh iya, kalo kesini jangan lupa coba minuman dari buah cem - cem yak. asam asem seger gimana gitu :))
minuman cem cem khas penglipuran
okeee... gak berasa gue berkeliling lebih dari 1 jam dan mampir kebeberapa rumah warga sambil ngeliat barang2 dagangan yang dijual, cuma ngeliat doang tapi gak ada yang dibeli, maaf ya bli, mba :D
satu setengah sampai dua jam mengunjungi desa ini menurut gue udah cukup, mungkin karena suasana yang rame banget ditambah cuaca yang lumayan panas kali ya.
desa ini sangat layak dikunjungi bagi teman - teman yang punya waktu buat melihat sisi lain Bali selain party and beach

jam setengah 1 gue cus karena akan melanjutkan perjalanan ke ubud. tunggu cerita gue yang lain ya :D

- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.