preview

Archive for August 2019

City tour Yangon. Hampir kena scam!


Liburan ini agak dadakan sih. karna cuti yang susah akhirnya gue beli tiket setelah cuti di approve.  taukan harga tiket kalau menjelang hari keberangkatan gimanaa. Big thanks to airasia yang selalu bisa diandalkan dikala jiwa pengen travelling itu tiba, tapi kantong pas – pasan. Apalagi pake airasia asean pass bisa super deuper murah deh. Bukan endorse ya. Tp btw kalo airasia mau kasi endorse buat jalan – jalan gratis gue gak nolak ya. #ngaprepmodeON

Yangon, Myanmar!
Ngapain sih kesana?, temen pada selalu nanya gitu. Lihat Rohingya?. Well…
Seriously! Yangon, Myanmar itu gak seperti yang kalian pikirkan. Ok, I’m not talking about Rohingya karna itu berada jauh di Rakhine state, daerah yang penuh konflik di Myanmar. Jelas gue 10000%  gak setuju terhadap perbuatan dan perlakuan terhadap muslim Rohingya.

Ok, seep. Back to the topic.

Karna minim itinerary, hari pertama di yangon, gue lebih memilih untuk walking citytour downtown yangon, karna itu udah pasti pilihan ter“safe” yang bisa gue lakukan. Tujuan pertama dan paling utama walking tour hari ini adalah untuk melihat bagaimana social life penduduk kota yangon. ya paling disekitar sule pagoda aja. Yap. Pagoda lagi pagoda lagi. Sebenernya gue udah agak bosen juga liburan liatnya pagoda terus pagoda terus. tapi yaa gimana lagi namanya juga liburan ya harus dinikmati hehe. Karna gue menginap disekitaran sule pagoda, gak butuh waktu lama untuk berjalan dari hostel ke sule pagoda. ya... paling hanya sekitar 10 menitan aja, jalan santai.

Sule Pagoda sendiri menurut gue merupakan city centre dari yangon. Terletak ditengah – tengah kota, dilalui hampir seluruh bus umum, dan pastinya diketahui oleh semua orang.
Awalnya gue gak tertarik buat masuk kedalam pagoda, tapi karna udah disini akhirnya masuk dengan biaya 4000 Kyat atau sekitar 35rb-an. kirain bisa gratis dengan berpura - pura jadi warga lokal hahaha. Worth it?? Hmmm ngak sih haha.. dimana – mana pagoda isinya sama aja jadi yaa rada menyesal juga.


Inside Sule Pagoda

Sule Pagoda
TERJEBAK!
Setelah berkeliling – keliling didalam pagoda, akhirnya gue memutuskan untuk keluar karena ya emang gak ada lagi yang bisa dilihat. Setelah keluar gue berjalan sekitar 10 menit dan sampailah ketempat kedua yaitu maha bandula park.
Kalau menurut Wikipedia, maha bandula park merupakan taman umum yang terletak di “downtown” yangon. Emang benar, lokasi taman ini ada ditengah – tengah kota. Dikelilingi oleh beberapa bangunan penting seperti sule pagoda dan city hall membuat lokasi taman ini sangat strategis.

Tujuan gue kesini hanya untuk melihat aktivitas warga lokal dan sambil foto – foto seperti biasa. taman ini cukup luas, rumputnya juga dipelihara dengan baik. banyak warga yang sedang leyeh - leyeh atau yang lagi pacaran sambil mesra - mesraan menggunakan sarung. iya sarung! hhaha ntar dibahas lebih lanjut.


Mahabandula Park, downtown Yangon w/ city hall background
Mahabandula park, Red Building Background
beberapa kali gue berkeliling mengitari taman sambil ambil foto sana sini. selagi gue foto dan mendekati tugu maha bandula tiba - tiba seorang pemuda kira - kira berumur 19 tahunan mendekat.
"Hello Sir!". 
awalnya sih gue yakin ini bakal scam atau apapun jenisnya. tapi karna disapa ya gue balas sapa. dari fisiknya, pemuda ini kotor dan dekil (maaf bukan bermaksud menghina). gue masi ingat saat dia ngomong gigi - giginya berwarna coklat kemerahan yang kemungkinan besar dia aktif mengunyah sirih. "yes, Hello" balas gue sambil tidak terlalu tertarik.

pemuda ini memperkenalkan diri, gue lupa namanya. menurut ceritanya dia berasal dari desa yang entah dimana. dia menanyakan asal gue apakah dari Malaysia dan gue bilang tentu dari Indonesia. kemudian dia melanjutkan pembahasan dengan basa basi busuknya dan menariknya dia mengaku  sebagai seorang muslim. Interesting! tentu saja gue jadi curious.
awalnya sih dia hanya ingin bercerita dan menemani gue untuk berkeliling, alasannya untuk memperlancar bahasa inggrisnya, it's ok gue kasi kesempatan dan tetap aware dong ya. sambil jalan dia menjelaskan apa itu maha bandula park dengan aksen english yang sedikit banyak sangat membingungkan. namun, dia sih ngakunya bisa sedikit bahasa prancis, jerman dan.. yahh kalau cuma bilang bonjour, merci aja gue juga bisa haha.

sebenarnya gue penasaran karna dia mengaku sebagai seorang muslim dan gue pengen dengar cerita gimana sebenarnya pemerintah Myanmar mempelakukan mulim disini. dan.... ceritanya mulai ngalur ngidul. ok! fixed ini gak bisa diteruskan. namun dia tetep ngintilin gue kemana kaki melangkah. pembicaraan dan hal yang paling aneh yang pernah gue denger dari pemuda ini adalah seperti ini.
awalnya dia menanyakan kenapa gue gak pakai longyi. longyi merupakan sarung khas myanmar. menurutnya, jika gue gak pakai longyi dan dilihat oleh petugas sini gue akan ditangkap karna bukan orang Myanmar apalagi gue adalah seorang muslim. bahkan beberapa orang muslim "dibunuh" karna ketahuan tidak mengikuti budaya pakai longyi. karena longyi merupakan identitas mereka. dan pada akhirnya dia mengantarkan gue untuk melihat beberapa penjual longyi.

gue sadar ini adalah trick untuk melakukan scam ke gue. pastinya setelah ini ntar gue diantar ke penjual longyi, kemudian harganya gak masuk akal dan gue dipaksa untuk beli. dan benar sekali.... gue masih pura - pura bego dan nanya berapa harga longyi tersebut. tentu saja gue tidak terkejut dengan harga yang ditawarkan. berapa? 80.000 Kyat dengan alasan bahan ini adalah bahan terbaik. ok gue muak, cukup sudah. haha

"I need to go now, thank you."

tapi pemuda ini terus ngekorin gue. wah gak bener ni... (mulai rada cemas, haha).
akhirnya gue berhenti. "why are you following me?". dan katanya gue harus bayar karena udah pake jasa guide dia. oh, noooo. kena peres nih gue (dalam hati). gue tetep bilang ngak mau bayar namun dia tetap ngekor. akhirnya gue berhenti lagi dan kasi uang 50kyat (Rp . 5rb). "stop following me, or I call police" sambil kasi duit. dia tetap menggerutu namun akhirnya pergi juga.

lesson learn.

informasi yang gue dapat selama ini bahwa Yangon adalah kota yang sangat bersahabat. low crime, dan orangnya juga helpfull. seperti saat gue mau balik ke bandara dan kebingungan naik bus akhirnya dibantu oleh warga lokal untuk menemukan bus yang tepat. jadi, bagaimanapun tetaplah waspada jika pergi travelling ya backpackers. low crime, doesn't mean no crime.

- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.