Archive for August 2017

Mengunjungi Bhaktapur Durbar Square (The Cultural City in Nepal), 9 hal yang bisa lo lakuin.

Kalau ngebahas tentang nepal emng gak akan ada habisnya gais. Nepal pasti dan selalu enak untuk diceritakan kembali, dan siapapun yang udah pernah ke nepal pasti ingin balik lagi termasuk gue haha. Nepal itu eksotis banget, gadisnya alamnya bikin mupeng. lo akan takjub dengan keindahan alamnya dan karna nepal sebagai pintu masuk ke himalaya, nepal akan selalu ramai oleh turis - turis dari segala penjuru dunia, oleh karena itu nepal  selalu jadi bucket list para backpacker khususnya para pecinta alam. tapi bukan hanya alamnya aja kok yang jadi andalan, buat lo yang gak suka nanjak, lo bisa wisata sejarah atau wisata candi disini.
beberapa situs sejarah yang ada di nepal berada Kathmandu atau sekitarannya. salah satu atau beberapa objek wisata sejarah yang dapat dikunjungi di kathmandu adalah Durbar Square. nah, kenapa salah satu atau beberapa? gue juga awalnya bingung tentang durbar square ini. jadi, durbar square itu kayak alun2... ya emang alun - alun sih. jadi ada beberapa durbar square di kathmandu. yang paling terkenal itu ada tiga; kathmandu durbar quare, patan durbar suare, dan bhaktapur durbar square. jadi kalo lo ntar mau ke durbar square harus jelass mau yang kemana. jangan kaya gue yang nanya durbar square tapi gak tau ternyata durbar square itu ada banyak hahhaha jadinya bingung sendiri. dari ketiga durbar square yang udah jadi situs sejarah UNESCO, hanya dua yang udah gue singgahi yang pertama kathmandu durbar square yang berada dekat dengan thamel dan yang kedua adalah Bhaktapur durbar square yang berada diluar kota kathmandu. untuk kathmandu durbar square udah gue bahas seklias disini,
kali ini gue akan ngebahas tentang bhaktapur durbar square. Bhaktapur sendiri berjarak kira - kira 20km dari kota kathmandu. gue berangkat bersama tiga orang teman menuju bhaktapur dengan membayar ongkos taksi sebesar NPR1000 atau sekitar Rp. 130k harga tersebut sudah kami tawar dari NPR1500 haha. rajin - rajinlah menawar taksi disini ya. karena ongkos lumayan mahal, ada baiknya lo pergi bersama teman atau ajak teman untuk pergi bersama ke bhaktapur (dibalik balik katanya supaya bnyak haha) ya tujuannya supaya bisa sharing cost aja sih. tapi kalo mau tetep sendiri juga gak apa apa kok, mungkin aja lo nyaman dengan kesendirian lo atau kali aja bisa nyari jodoh disana, atau berharap pas lagi dijalan, ada cewek cantik jalan yang nunggu seseorang menjemputnya XD.
perjalanan menuju bhaktapur sekitar 40 menit. perjalanan khas nepal dengan kondisi jalan penuh debu. Bhaktapur sendiri merupakan kawasan yang cukup luas peninggalan dari kerajaan tua bhaktapur . untuk bisa masuk kawasan ini kita akan dikenakan fee masuk sebesar NPR1500, lumayan mahal untuk kantong backpacker. tapi karena udah jauh - jauh datang kesini dan menurut gue harga segitu sangat worthy lah buat keliling kerajaan tua ini. padahal sewaktu di Kathmandu durbar square, gue bisa masuk free karena berlagak menjadi orang nepal haha. tapi disini gak bisa berpura - pura haha.
ticket to bhaktapur
apa aja yang bisa lo lakuin di bhaktapur? hmmm banyak sih, kira - kira ada 10 hal yang lo bisa lakukan di Bhaktapur ini.

1. Berkeliling
Karena udah bayar fee masuk yang lumayan mahal, sangat wajib untuk mengelilingi durbar square ini gais. tapi karena gue datang agak telat, kira - kira jam 3an agak rugi rasanya. tapi ya gimana lagi karena waktu yang dikit kemudian banyak banget yang mau dikunjungi jadilah sebentar aja. nah jadi kalau mau datang kesini lebih baik agak pagian atau nginap aja sekalian.

2. Foto - Foto
Spot foto sangat banyak dan instagramable juga kok :D. apalagi dengan latar belakang bangunan kuno yang oke bangetz. selain foto - foto dengan objek wisata, kita juga bisa mengabadikan foto kehidupan sosial disini lho. karena banyak masyarakat yang tinggal dan beraktivitas disini jadi bisa sekalian diabadikan juga kan...

3. Wisata Religi
Bagi teman -teman yang beragama Hindu, berkunjung ke Nepal khususnya ke Bhaktapur juga bisa sekalian wisata ibadah. Di kawasan bhaktapur ini terdapat beberapa kuil yang menjadi tempat ibadah. kalau beruntung, bisa juga bertemu dengan Kumari lho.
bagi yang belum tau apa itu Kumari, nih gue coba jelaskan sebisa gue yak. Kumari atau The Living Goddess merupakan dewi  bagi umat hindu yang hidup pada anak kecil atau reinkarnasi pada anak perempuan yang umurnya sebelum masuk masa puber (menstruasi). menjadi seorang kumari haruslah berasal dari kasta tertinggi yaitu dari kasta Sakhya atau Bajracharya. seorang Kumari adalah dewi bagi ummat Hindu sehingga mereka disembah. sepanjang menjadi Kumari, sang dewi tidak boleh menyentuh tanah loh. jadi kemana2 harus diangkat dan ditandu. Seorang Kumari akan hidup didalam kuil dan memiliki tanggung jawab seorang dewi dan bagi yang beruntung, kadang - kadang seorang kumari akan keluar dari dalam kuil dan ummat hindu disini akan menemui dewi tersebut.
Seorang Kumari tidak akan bisa menikmati hidup layaknya seorang anak biasa... kasian juga ya karena masa - masa kecilnya akan bener2 fokus menjadi seorang dewi dengan aturan - aturan yang sangat ketat. Sebenarnya banyak kontroversi mengenai ini, terutama dalam hal hak - hak anak yang hilang karena menjadi Kumari. tetapi karena ini merupakan adat dan budaya jadi tetap ada sampai saat ini.
bagi yang penasaran bisa coba datang kesini dan melihat bagaimana kumari itu ya...
kumari, the living Goddess. source: google.com
4. Wisata Sejarah
menurut sejarahnya, Bhakttapur sudah ada sejak abad ke 12 dan merupakan kota dari kerajaan Malla yang dipimpin oleh Raja Ananda Malla. Kerajaan malla menguasai kota ini sampai aad ke 15 kemudian menjadi kerajaan sendiri sampai abad ke 18 oleh dynasty Ghorka.
banyak sejarah dari kerajaan lama yang bisa lo gali disni. jadi kalo lo ahli sejarah bisa dicoba untuk mengunjungi bhaktapur yaa

5. Observasi
selain itu, kalo ada jiwa - jiwa arkeolog juga bisa nih datang buat melakukan observasi. atau bisa juga buat observasi calon istri hahaha

6. Menginap
seperti yang gue bilang tadi, kalo punya waktu yang relatif banyakk bisa mencoba menginap di bhaktapur. banyak hotel eksotis dengan interior kerajaan bhaktapur lama lohh.
salah satu hotel di bhaktapur
7. Nongkrong
selain jalan - jalan, foto - foto, dan lain - lain hehe. ada banyak tempat nongkrong kok di bhaktapur ini. cafe dengan arsitektur kuil yang keren abis. Cafe Nyatapola adalah salah satu kafe yang berada di alun - alun bhkatapur. cafe ini sangat menonjol karena bangunannya tua dan berada ditengah2.  gue sempat rada takut naik kelantai dua karena kondisi bangunannya jelek. tapi so far ternyata bangunan ini masih kuat dan asiklah buat nongkrong ganteng.
cafe nyatapola. source: tripadvisor
8. Belanja
nah, buat yang demen belanja oleh2 disni banyak banget yang jual oleh - oleh khas nepal. tapi gue lebih nyaranin belanja oleh2 di thamel karena lebih murah hehe.

9. Cari Jodoh
kalau yang ini gak perlu dijelaskan hahaha (Jomblo only).
no caption needed :D
Setelah gempa besar tahun 2015 silam, banyak banget bangunan bersejarah disini rusak. bahkan walaupun sudah 2 tahun berlalu, kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa tersebut masih meninggalkan bekas - bekas yang belum diperbaiki. seperti beberapa gambar diatas dan kalau teliti melihat, banyak sekali bangunan yang disangga oleh beberapa balok kayu sebagai penahan agar bagunan tersebut tidak rubuh. bangunan - bangunan tua disini terlihat sangat rapuh, seperti hati gue :(
mudah - mudahan aja pemerintah dan UNESCO segera memulihkan hati gue  bangunan disana.
bhaktapur dengan penyangga bangunan

Batik Air vs. Garuda Indonesia, lebih baik yang mana?

sekarang ini naik pesawat itu udah bukan barang mewah lagi ya ngak?. apalagi sejak dikenalnya penerbangan low cost carrier atau budget airlines yang kadang harganya bikin gak masuk akal (yaiyalah cth: terbang dengan Rp0). filosofi atau konsepnya low cost carrier bisa gue analogikan kayak gini nih... ada sebagian manusia kere kayak gue, yang pengen pergi ke kota A dari kota B (naik pesawat bukan angkot ya) dengan biaya yang murah dan gak "terlalu" peduli pelayanan atau service maskapai, yang penting gue sampe aja ke kota B :D. tapi ya gitu, untuk mengurangi biaya operasional yang gak mandatory, maskapai low cost carrier  biasanya "membuang" service yang dianggap gak wajib namun bisa ditambahkan dengan biaya tertentu kayak misalnya: pengurangan bagasi, makanan, pemilihan seat dsb.
nah, disini gue gak mau ngebahas tentang maskapai low cost carrier hehe tapi mau bahas pengalaman dan membandingkan  maskapai yang katanya "full service" yaitu Batik Air dengan Garuda Indonesia. lah kenapa baru sekarang? ya maap neng, gue baru naik batik itu kemaren jadi baru bisa review sekarang berdasarkan pengalaman hahaha. nah, terus kenapa batik dan garuda gak dengan maskapai lain?. ya karena gue mau ngebandingin dua maskapai domestik yang katanya full service, gituu. oke?? let's begin.
Batik Air (ID) merupakan anak perusahaan dari Lion Air Group yang didirikan sejak tahun 2013. niatnya Lion Air Group ini mendirikan Batik Air tak lain dan tak bukan adalah untuk merebut pangsa pasarnya Garuda Indonesia (GA) yang udah lama berkecimpung di dunia penerbangan full service hehe. tapi apakah bisa? mari kita lihat beberapa hal ini:

1. Airlines Fleet
untuk penerbangan domestik, GA didominasi oleh pesawat Boeing 737-800/800NG dan untuk long haul, GA memiliki airbus seri A330-200/300 dan Boeing seri 777-300ER. sedangkan untuk domestik fleet, Batik Air didominasi oleh pesawat airbus a320-200 dan saat ini tidak memiliki pesawat wide body. secara umur kedua jenis pesawat tergolong baru.
batik air a320-200

garuda boeing 737-800
2. Price List
Berdasarkan harga yang diperoleh dari traveloka. dari  segi harga, kedua maskapai ini terpaut cukup jauh sekitar Rp225rb. Batik Air seharga Rp675rb dan Garuda Rp897rb hmmm tentu saja menggiurkan ya untuk maskapai full service hehe.


3. Inflight Meal
nah, inflight meal ini juga merupakan andalan dari maskapai full service loh. untuk garuda Indonesia, gak usah diragukan lagi ya. kalau perjalanan lebih dari satu jam. penumpang sudah pasti mendapat makanan berat khas indonesia. bisa itu nasi, mie, atau menu berat lainnya. kalau di batik?? sayang sekali untuk penerbangan dengan waktu tempuh 1 jam 40 menit hanya mendapat snack dan air mineral. huhhuuhu
GA Inflight Meal. source: google 
ID Inflight Meal. Just snack for 1.40 hours flight


burger keras ala Batik Air
4. Inflight Entertainment
untuk urusan Inflight entertainment juga selalu menjadi isu dipenerbangan full service. berdasarkan pengalaman, Entertainment GA masih memimpin dengan film2 serta musik yang banyak dan teranyar. sedangkan Batik masih menyajikan film dan musik yang terbatas. sayang sekali! dan satu hal yang membuat gue agak terheran - heran. ini nihh hahaha
mau menikmati inflight entertainment harus bawa Headset sendiri hahaha dan filmnya hanya itu
tapi untuk layar, Batik Air masih menang karena lebih responsif dari GA. hehe

5. Inflight Service
Jangan ditanyakan bagaimana service pramugari/a Garuda karena sudah menang beberapa kali menjadi the best air crew cabin dari skytrax. untuk Batik??? hmmmm berdasarkan pengalaman kemarin, gue ngerasa seperti masih di Lion Air. you know what I mean LOL

6. Cabin Layout
secara umum, kabin Batik Air lumayan oke dengan kursi kulitnya yang berwarna coklat. namun, menurut saya pribadi kursi Garuda lebih elegan untuk kelas full service airlines.
Batik Air
GA Interior
7. Seat Map
untuk penerbangan domestik GA, konfigurasi kursi sama dengan Batik Air yaitu 3-3. dengan 12 kursi kelas bisnis dan selebihnya ekonomi class. namun, penomoran kursi dikelas ekonomi sedikit berbeda. untuk Garuda Indonesia penomoran dimulai dari 21A/B/C-H/J/K sedangkan Batik Air dimulai dari 4A/B/C-D/E/F. kursi 29/30 pada GA tidak bisa direclining karena berada di pintu darurat. sedangkan di Batik berada di kursi 9 dan 10.

nahhh, sekarang udah tau kan gimana perbandingan Batik Air dan Garuda Indonesia. silahkan disimpulkan sendiri yaa hehehe

Menikmati Lebaran di Bandar Seri Begawan - Brunei Darussalam

By           : Fajar Sardi Syahputra
Tema       : Beyond Imagination
Subtema  : Manusia, tradisi, kuliner, dan kegembiraan.
Introduce : Artikel ini saya kirimkan dalam #lombamenulisperjalananASEANmajalahlitera dan merupakan rangkuman perjalanan singkat saya ke Brunei Darussalam tanggal 30 Juli 2017

Sudah menjadi tradisi bagi muslim di Indonesia merayakan hari raya idul fitri atau berlebaran dengan mudik ke kampung halaman. Namun, untuk lebaran tahun ini saya memutuskan mengunjungi negara tetangga yaitu Brunei Darussalam karena ingin merasakan bagaimana atmosfir idul fitri di negara islam tersebut sekaligus berkeinginan untuk mengunjungi Istana Nurul Iman yang hanya dibuka untuk umum hanya pada saat hari raya idul fitri.
Perjalanan saya ke Brunei Darussalam tepatnya kota Bandar Seri Begawan (BSB) berdurasi 4 hari, yaitu 24 sampai 27 Juni 2017 dengan menggunakan salah satu maskapai low cost carrier dari Kuala Lumpur. Saya mendarat di Brunei International Airport sekitar pukul 9 pagi dan kesan pertama yang saya rasakan dari negara ini adalah ketenangan dengan nuansa islami. Bandara ini tidak terlalu besar, namun bersih dan modern serta letaknya juga tidak jauh dari pusat kota yaitu sekitar 10 km atau 15 menit berkendara. Sepanjang perjalanan menuju pusat kota, hal menarik lainnya adalah tidak terlihat adanya kemacetan disini sehingga perjalanan saya menuju pusat kota BSB lancar jaya. Jangankan macet, kondisi jalanan juga sangat sepi padahal berdasarkan informasi yang saya peroleh hampir setiap keluarga memiliki lebih dari satu kendaraan pribadi. Sekilas, kondisi jalan utama di Brunei sangat mirip dengan singapura, lebar dengan  masing masing memiliki 3 lajur disetiap sisi jalan.
Brunei Darussalam merupakan negara kaya penghasil minyak dan gas bumi yang saat ini dipimpin oleh Sultan Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah. Memang Brunei terlihat tidak terlalu fokus pada pariwisata dan objek wisata juga tidak seperti beberapa negara asean lainnya. Oleh karena itu, jangan berharap menemukan mall mewah dengan berbagai outlet branded atau jenis hiburan lainnya karena gak akan bisa didapatkan disini. namun bukan berarti tidak ada yang dapat dilihat jika kita datang ke negara ini bahkan menurut saya, Brunei khususnya Bandar Seri Begawan memiliki daya tarik sendiri. Untuk urusan makanan, terdapat banyak restaurant yang masih sesuai dengan lidah Indonesia. Namun, biaya hidup di Brunei menurut saya masih terlalu mahal untuk kantong orang Indonesia. Mata uang yang digunakan adalah Dollar Brunei namun lebih akrab dikenal dengan sebutan ringgit. Oh iya, selain dollar Brunei, dollar Singapura berlaku loh di sini dengan nilai ekuivalen 1:1. artinya jika traveller memiliki Dollar Singapura (SGD) maka tidak perlu ditukar ke Dollar Brunei (BND) karna dapat langsung digunakan. Tidak perlu khawatir akan ditolak karena kedua negara ini memiliki perjanjian tentang penggunaan mata uang dikedua negara.
Karena negara ini merupakan negara islam, tentu saja daya tarik wisata masih mengarah kepada hal yang berbau islami. Namun seperti yang saya sebutkan tadi kota BSB sangat sepi sehingga lebih cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota yang sepi dan tenang.  Ada beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi selama berada di BSB, diantaranya adalah masjid, museum, dan Istana tentu saja. Namun tentu saja traveller jangan lupa bahwa fungsi utama masjid adalah tempat ibadah ummat islam jadi bagi traveller non muslim diharapkan menaati peraturan terutama masalah pakaian. Tetapi bagi pengunjung non muslim atau bagi pengunjung yang auratnya tidak tertutup oleh pakaian, panitia/ penjaga mesjid menyediakan jubah yang dapat dipinjam untuk menutup aurat. Ada beberapa bangunan masjid yang selalu menjadi bucket list para traveller. Sebut saja dua masjid dengan kubah emasnya yaitu Masjid jame’Asr Hassanal Bolkiah dengan 29 kubah emas yang terletak di distrik gadong dan Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin yang terletak di kawasan bandar/ pusat kota dan berseberangan langsung dengan kampong ayer yang merupakan kampung air terbesar di dunia dan disebut juga sebagai venice of the east. Ada juga Masjid Ash Shalihee, berarsitektur maroko - mesir yang terletak dekat dengan komplek pemerintah Brunei Darussalam. Masjid di Brunei dibangun oleh Sultan Brunei sehingga sangat memperhatikan detail arsitektur serta kemegahannya. Selain masjid, tidak ada salahnya traveller mengunjungi museum yang ada di Bandar Seri Begawan. Mengunjungi museum sama seperti mempelajari sejarah bangsa tersebut bukan??.
Ada beberapa museum yang juga dapat traveller kunjungi diantaranya royal regalia building yang berisi koleksi kesultanan brunei, ada juga museum brunei atau dapat mengunjungi museum teknologi melayu. Selain itu traveller juga dapat mengunjungi museum kampong ayer yang terletak dikampong ayer tepatnya di brunei river. Untuk mengunjungi kampong ayer, traveller bisa menuju dermaga dikawasan bandar yang berada didepan komplek perbelanjaan yayasan. Dengan menggunakan boat yang super cepat traveller dapat menyebrang ke kampong ayer dengan waktu kurang lebih 1 menit 40 detik saja loh dengan tarif $1 pulang pergi.  Dan traveller gak usah pusing mikir berapa biaya masuk ke museum karena semua dapat dikunjungi secara gratis!.
Satu hal yang masih menjadi kekurangan di Brunei yaitu transportasi umum. Transportasi umum di brunei masih tertinggal dari beberapa negara maju lainnya sebut saja Malaysia dan Singapura. Frekuensi kedatangan bus termasuk lama sekitar 30 sampai 60 menit dengan tarif flat sebesar $1. Meskipun brunei negara kaya, namun transportasi di negara ini masih belum mencerminkan kekayaannya. mungkin karena hampir seluruh penduduk memiliki kendaraan pribadi sehingga pemerintah tidak terlalu fokus pada transportasi umum . kendaraan umum di kota BSB biasa hanya dipakai oleh pengunjung seperti saya, pekerja asal Filipina, Bangladesh dan Indonesia.
Selain masjid dan musem, tujuan utama kedatangan saya kali ini adalah mengunjungi Istana Nurul Iman. Istana Nurul Iman merupakan tempat tinggal raja dan keluarga. Berdasarkan luasnya Istana Nurul Iman merupakan kawasan kerajaan terluas di dunia. Sudah menjadi tradisi, setiap tahun Sultan Bolkiah akan membuka Istana untuk umum selama tiga hari dan warga Brunei ataupun pengunjung dapat bertatap muka dan bersalaman langsung dengan Sultan dan Pengeran (untuk laki – laki) serta bersalaman dengan permaisuri dan putri (untuk perempuan). Selain itu, Sultan menjamu seluruh tamu dengan makanan yang  beraneka ragam dan luar biasanya banyaknya. Selama tiga hari tersebut, biasanya kerajaan dikunjungi lebih dari 100 ribu pengunjung.
Kesempatan untuk masuk ke Istana Nurul Iman hanya ada pada saat hari raya idul fitri. Oleh karena itu jika traveller berkunjung ke Brunei dan ingin mengunjungi Istana Nurul Iman serta bertemu langsung dengan keluarga kerajaan Brunei, sebaiknya traveller mulai merencanakan ya. Kapan lagi coba mengunjungi istana, bertemu Sultan dan dijamu dengan makanan kerajaan.  Hehe...

Foto:




- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.