Archive for July 2017

Mengunjungi Istana Nurul Iman (Backpacking Brunei Darussalam Part 5 - end)

27 Juni 2017

Hari ini merupakan hari terakhir gue di Brunei dan hari ini  juga merupakan hari yang gue tunguu karena hari ni akan berkunjung ke istana nurul iman. Seperti apa yang gue tulis sebelumnya, seharusnya jika lebaran dibrunei hari minggu, maka hari senin kemarin gue sudah berkunjung ke istana nurul iman. Tapi karna lebaran berbeda dengan Indonesia maka hari inilah gue berkunjung ke Istana.
Selepas berkunjung ke istana, gue akan langsung menuju bandara untuk pulang ke Indonesia. Perlu dicatat, istana nurul iman dibuka untuk umum selama 3 ahri tiap tahun. Tepatnya di H+1 sampai H+4 hari raya idul fitri. Jadi pastikan jadwal temen2 pas ya kalau mau berkunjung ke istana. Untuk berkunjung ke istana, setiap pengunjung diharuskan memakai pakaian yang sopan, minimal smart casual. Aturan formalnya memang gak ditulis, tetapi jika ingin bersalaman dengan Sultan ya harus sopan dong ya. Saya sendiri atasan memakai baju koko yang casual, celana katun dan sepatunya sneaker. Jangan pakai sandal yaa. Tapi karena terlalu banyak manusia, hal2 seperti itu kadang luput dari pandangan petugas. Contohnya aja sewaktu antri masuk kedalam istana gue ngeliat bnyak yang pake jeans dan t-shirt yang lolos masuk. Padahal didepan pintu masuk jelas – jelas terpampang dengan  pakaian apa aja yang diizinkan masuk. Waktu kunjungan untuk bersalaman dengan sultan dibagi dua sesi setiap harinya. Pertama jam 10 pagi, dan yang kedua jam 2 siang. Gue milih yang pertama karena waktu yang terbatas. Tapi tetap aja harus datang sebelum jam 8 ke istana supaya kebagian jam 10nya. Kalau udah overkuota maka disuruh menunggu untuk jam 2 siang. Untuk transportasi ke istana bisa menggunakan bus no 56/42/45/47/49/44/46 atau 48 dari terminal Bandar. Karna gue bareng temen jadi gk ngerasain gimana suasana di dalam bus menuju istana. Yang pasti rame banget.
Pukul 8 pagi gue sampe di Istana nurul iman, suasana ramee banget. Karna bawa mobil, kami susah buat cari parkiran sampe2 kita parkir jauh kira2 400 meter dari gerbang istana (masih beruntung karena pas balik kita ngeliat ada yang parkir jauh banget, mungkin ada hampir 800 meteran). Sampai digerbang, istana menyediakan shuttle bus untuk mengangkut pengunjung menuju pintu masuk istana. Satu hal yang membuat saya kagum, pemerintah Brunei sangat menghargai orangtua atau disini disebut usia emas. Mereka sangat dihormati dan diberikan prioritas dalam segala hal. Contohnya saja dalam antrian masuk ke istana. Mereka disediakan jalur khusus. Begitu pula dengan bus disediakan bus khusus untuk pengunjung usia emas. Shuttle bus yang disediakan istana ini sangat banyak. Sampai2 saya gk melihat ujungnya karena busnya gk habis2, padahal jarak antara gerbang dan pintu masuk gak terlalu jauh menurut gue.
 
antiran bus yang akan mengangkut pengunjung
antian masuk istana
Antrian masuk pria dan wanita juga dibedakan, dan nantinya pengunjung pria akan bersalaman dengan Sultan, pangeran, dan keluarga laki2. sedangkan untuk wanita akan bersalaman dengan permaisuri, putrid dan keluarga wanita. Jadi buat cewek2 yang ngarep bisa ketemu ama Prince Abdul Mateen siap2 kecewa hahaha. Setelah meleeati pintu masuk, kita akan melakukan registrasi dan dibagikan kupon untuk pengambilan souvenir dan emudian kita akan dijamu dengan makanan yang berlimpah dan gratisss haha
aula istana

menyantap makanan istana
Dari informasi yang gue dapet, makanan ini dioleh oleh chef dari hotel Hyatt milik sultan jadi kualitasnya sudah teruji.
 
makan sepuasnya
Setelah kenyang makan, kami kembali antri bahkan sampai 2 kali masuk aula untuk antri. Super sekali ahha. Pengunjung juga semakin banyak dan akhirnya sekitar pukul 11 gue bisa bertemu dengan sultan dan keluarga untuk bersalaman. Tapi sayang tidak diperkenankan untuk foto, bahkan handphone juga tidak diperbolehkan dipegang. Antri selama kurang lebih 2 jam dan salaman kurang dari 20 detik wkwkwwk.
 
antiran untuk salaman dengan sultan
 
menunggu antian diaula 1
antrian di aula 2, btw itu emas asli
antri menuju ruang sultan
penjaga istana
sultan behind that door
Akhirnya kesampaian juga mengunjungi Istana Nurul Iman dan bersalaman dengan Sultan Brunei hehe. Setelah mengunjungi istana, gue dianter menuju bandara untuk kembali menuju KL. I  will miss Brunei, negara kecil dengan kota yang super sepi dan tenang. Penerbangan ke KL menggunakan airasia. Oh iya, petugas airasia di Brunei sangat strict apalagi mengenai bagasi. Bagasi kabin ditimbang gak boleh lebih dari 7kg. jadi kalo ada bawaan yang melebihi 7kg lebih baik prepare beli bagasi yaa.

Lebaran di Brunei Darussalam (Backpacking Brunei Darussalam Part 4)

26 Juni 2017

Suasana idul fitri di Brunei sangat jauh berbeda dengan di Indonesia. Suara takbir juga hanya terdengar sebentar setelah azan magrib apalagi takbiran keliling. Jangan harap bisa ngeliat hehe. Pagi ini gue solat ied dimasjid jame’Asr Hasssanil Bolkiah. Tujuan kita solat kesana karena berdasarkan informasi, Sultan dan Royal family akan solat dimasjid tersebut. Waktu solat sama seperti di Indonesia yaitu pukul 7.30 waktu Brunei. 
kedatangan Sultan memang ditunggu oleh rakyatnya. Hanya saya agak kesal ketika beberapa orang warga atau pendatang keturunan India/ Bangladesh (maaf bukan rasis) mendorong – dorong untuk mencapai red carpet sultan. Bahkan beberapa warga Brunei tidak suka melihat kegaduhan mereka. 
ceramah ied

mendengar ceramah

kedatangan sultan Hassanil Bolkiah
Dari pengalaman yang terlihat, warga Brunei sangat cinta terhadap Sultan mereka dan begitu pula sebaliknya. Tidak ada pengamanan yang terlalu berlebihan yang dilakukan oleh Sultan saat bersapa dengan rakyatnya. IMHO, Sultan Brunei sangat dekat dengan rakyatnya agak berbeda dengan beberapa kepala negara yang pengalamannya super… Ceramahnya juga dalam bahasa melayu yang gampang dimengerti (gak seperti bhs Malaysia) namun lebih ke bahasa Indonesia dengan logat melayu. 
Setelah solat ied, Royal Family langsung meninggalkan masjid untuk kembali ke istana dan melakukan halal bi halal dengan para pejabat negara.

Sultan kembali ke Istana
Setelah selesai solat ied, gue balik ke hotel buat sarapan. Sayang gak ada lontong dan opor :(. Habis sarapan kembali keluar untuk mengunjungi kampong Ayer. Untuk mencapai kampong ayer cukup berjalan 10 menit kearah Brunei River, tepatnya diseberang yayasan shoping centre untuk menuju dermaga. Transportasi ke kampong Ayer adalah Boat dengan tarif  $0.5 sekali nyebrang. Tapi saya juga heran, ada beberapa blog bilang tarifnya itu $1 sekali jalan. Tapi pengalaman saya pribadi Cuma $0.5 yaa. Lo harus mencoba transportasi ini ketika kesini… kenapa? Naik boat atau water taxi  ini udah kayak naik wahana permainan boat dengan kecepatan tinggi. Dari gue naik sampai nyebrang cuma butuh waktu 1 menit 42 detik cepet banget. Ngeri2 sedap lah kalo kata orang Medan. Mana boatman udah kayak joki ngepot2 disela2 jembatan lagi. gue udah pasrah aja kalo boat ini terbalik hahaha.

Kampong Ayer, Venice of the east.

Kampong Ayer (Water village) ini merupakan desa terapung terbesar didunia loh. Desa ini wajib masuk  bucketlist teman2 yang mau pergi ke Brunei Darussalam. Kampong ini juga merupakan salah satu kampong yang paling tua di Brunei karena udah ada sekitar 1300 tahun lalu. Sampai saat ini kampong Ayer sudah semakin berkembang dan menyumbang 10% atau sekitar 40.000 dari total  populasi seluruh penduduk Brunei. Satu hal lagi, penduduk kampong ayer ini sudah mengikuti perkembangan zaman. Bagaimana tidak, walaupun rumah terbuat dari kayu yang mengapung di atas Brunei River, namun jangan salah kaprah. Karena walaupun diluar sederhana tetapi isi rumah mereka sudah dilengkapi dengan peralatan electronic canggih dan pendingin ruangan. Selain itu, saat ini pemerintah Brunei juga sedang membangun perumahan baru diperkampungan ini. Jadi sudah bagus2 dan lengkap deh. Ada mesjid, sekolah, listrik, telpondan internet lancer jaya. Nah, saat ini pemerintah juga sedang membangun jembatan dari muara ke kampong ayer yang rencananya selesai tahun 2018. mungkin itu akan jadi objek wisata baru juga. 
Sebagian penduduk juga memiliki boat pribadi, bahkan mobil pribadi loh haha. Tapi mobil tersebut mereka parkir diseberang sungai. Jadi kemaren gue ngobrol pas naik water taxi. Ternyata kendaraan pribadi mereka parkir dipinggir sungai dan nyebrang menggunakan water taxi. LOL 
Suasana di Kampong Ayer menurut gue patut menjadi percontohan bagi kampong air di Indonesia. Kalau di Indonesia, water village itu seperti daerah miskin yang tertinggal. Tapi disini water village itu udah bagian dari kehidupan normal masyarakat Brunei.
ini adalah beberapa foto dari kehidupan kampong ayer. pada saat gue kesini suasana masih sepi. mungkin masih pada halal bi halal hehe
transportasi air di kampong ayer. udah kayak boat race aja

masjid kampong ayer

kondisi jalan, atau lebih tepat jembatan yang menghubungkan antar rumah warga

hunian baru warna brunei, sangat modern

walaupun diperkampungan air, terdapat perumahan mevvah loo


jembatan penghubung 
Kampong ayer Brunei ini disebut juga sebagai Venice of east. Tujuan gue adalah menuju museum kampong ayer. Tapi sayangnya tutup lagi haha… akhirnya hanya jalan2 dari ujung utara ke ujung selatan disambung dari barat ke timur. Seluruh jalan dikampong ayer ini terbuat dari papan seperti jembatan dan cuacanya itu loh panasss wkwkwk. Setelah berkunjung ke kampong ayer, gue kembali janjian dengan teman dan berkeliling untuk halal bi halal ke beberapa rumah pejabat di Brunei haha. Iya, karena teman bekerja di kementrian jadilah gue berhalal bihalal dengan pejabat2 pemerintah Brunei. Disitu juga gue bertemu dengan Bpk Arko, wakil duta besar Indonesia untuk Brunei dan banyak bercerita tentang kehidupan WNI disini.

Lebaran yang tertunda (Backpacking Brunei Darussalam part 3)

25 Juni 2017
Setelah mendengar pengumuman dan mengetahui bahwa hari raya Idul Fitri di Brunei berbeda dengan di Indonesia, maka ada sedikit kegalauan apakah gue ikut berpuasa menambah satu hari lagi atau gak berpuasa mengikuti pemerintah Indonesia. Namun, dengan beberapa pertimbangan yaitu salah satunya  karena gue berada di Brunei, akhirnya gue mengikuti pemerintah Brunei dan kembali berpuasa hari ini. Selama bulan ramadhan, bagi yang berpuasa breakfast di hotel Brunei diganti dengan menu sahur. Alhamdulillah gak perlu mencari keluar menu sahur. Namun, menu yang ditawarkan sangat terbatas.
Sebenarnya jika mengikuti itinerary, maka hari ini gue akan solat ied di masjid jame’ Sultan Hassanil Bolkiah dan besoknya berkunjung ke istana nurul iman. Tapi karena hilal belum keliatan maka waktu gue di Brunei semakin mepet karena schedule ke istana nurul iman bergeser kehari berikutnya pas dihari kepualangan gue, huhu.
Hari ini gue berencana mencoba transportasi umum di BSB. Karena hotel dekat dengan terminal (kira kira berjalan 10 menit) as a backpacker kere, wajib dong mencoba transportasi umumnya.

bus di brunei

inside bus

bus line map
FYI, walaupun Brunei kaya raya, namun transportasi umum di Negara ini masih sangat ketinggalan dengan negara maju seperti Malaysia dan Singapore. sebenernya untuk line bus di brunei sudah hampir mencakup seluruh kawasan BSB cuman ya armadanya amsih jelek dan Gue rasa transportasi ni gak mencerminkan kekayaan negara ini wkwkwk. Tapi mungkin karena hampir setiap warganya memiliki kendaraan pribadi jadi pemerintah memang gak terlalu focus untuk mengembangkan transportasi public CMIIW. Teori itu didukung sama fakta yang gue alami, buktinya penumpang bus di Brunei ini memang kebanyaka pekerja asal Filipina, Bangladesh dan Indonesia loh. Bayangkan saja, menurut perbincangan gue dengan wakil kedubes RI di Brunei, dari 400rb warga Brunei, 100rb nya itu adalah WNI loh. WOW kann. Makanya selama di bus gue seperti naik angkutan umum dijawa karena seluruh penumpangnya ngomong jowo hmmmmm.

Tujuan hari ini adalah mengunjungi The Mall gadong dan Masjid jame Sultan hassanil Bolkiah. Menggunakan bus hanya 15 menit dari terminal dan tarifnya jauh dekat $1. makanya, kalau menggunakan bus, pilihlah satu titik dimana kita kan berhenti dan kemudian jalan aja ke lokasi wisata lainnya. Memang gak terlalu jauh, tapi karena cuaca yang sangat panas jadi berasa juga jalannya…

The Mall Gadong

didalam The Mall

Mall nya juga sepi
The Mall ini merupakan mall terbesar di Brunei. Tapi lo jangan berharap  menemukan barang2 mewah dan branded disini ya.. karena mall ini lebih mirip ITC malah. Harga yang ditawarkan menurut gue cukup mahal untuk barang2 yang terkesan emng “biasa” jadi gue gak terlalu berminat untuk berbelanja. Kalau menurut gue harga barang disini mahal dan kurang bagus.
Setelah capek berkeliling dan gak beli apa2 kehausan pun melanda haha. Cobaan banget kalo backpackeran pas puasa gini. Sekitar pukul 12 gue bergerak menuju masjid Jame’ Sultan Hassanil Bolkiah berjalan kaki. Jaraknya memang gak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit berjalan (mungkin lebih) tapi panasnya cuaca tetep bikin pengen nelen es krim huufft.
masjid jame dari kejauhan
Gue sampai di Masjid jame tepat saat azan zuhur dan melaksanakan solat di masjid Jame’asr Hassanil Bolkiah.

main gate masjid Jame'asr Hassanil Bolkiah

narsis dikit

fountain didepan masjid Jame

Masjid Jame
Berfoto di luar masjid boleh, tapi untuk didalam memang dilarang. Tapi tetep aja banyak yang foto menggunakan camera hp.

didalam masjid Jame'Asr Hassanil Bolkiah

Beautiful dome
sejuknya udara di dalam masjid membuat gue terlena sejenak. masjid ini sungguhh megahh banget. memang tidak sebesar masjid istiqlal, tetapi interior dan setiap detail dari mesjid ini sungguh membuat gue terpesona. Subhanallah, wajar pembangunan mesjid harus atas perintah Sultan karena membangun masjid bagi sultan brunei bukan hanya sekedar bangunan tempat ibadah tetap juga merupakan karya seni yang sangat indah
fountain
Masjid Jame’Asr hassanil Bolkiah ini berada ditengah kota Brunei (daerah Gadong). Menurut beberapa informasi masjid ini selesai dibangun tahun 1994 untuk merayakan 25 tahun kepemimpinan Sultan Hasssanil Bolkiah. Mesjid ini merupakan mesjid terbesar di Brunei Darussalam. Masjid ini memiliki 29 kubah emas yang merupakan symbol dari dinasi ke 29 Sultan Brunei.
Walaupun Brunei Darussalam merupakan negara islam yang kuat, namun dalam pembangunan mesjid tidak sehebat negara kita loh. Maksudnya?? Iya kalau di Indonesia hampir setiap kelurahan ada 1 majid ya kan. Nah kalau di Brunei Masjid itu dibangun oleh Sultan makanya masjid di Brunei super megah dan cantik - cantik. Jadi jumlah masjid dibrunei bisa dihitung gak sebanyak masjid di Indonesia.

Karena kagak nahan dengan panasnya Brunei, akhirnya gue nyerah dan kembali ke hotel. Karena nanti sore juga akan dijemput teman untuk ngabuburit ke Empire Hotel.
Sekitar jam setengah 5 gue di jemput bg Ibrahim untuk ngabuburit ke Empire Hotel. Perjalanan cukup 25km ditempuh dalam 20 menit kurang :D

Empire Hotel ini merupakan resort dan hotel mevvah di utara Bandar Seri Begawan dan langsung menghadap laut cina selatan. Hotel ini menurut gue sangat mewah dengan interior yang hmmm. Harga kamar termurah di hotel ini adalah sekitar Rp2,5 Juta. Hotel ini memiliki kolam renang gede yang menghadap laut dan viewnya sangat bagus…
Dan yang penting masuk ke sini gratis hehe. Saya kurang tahu apakah ada bus yang melewati rute hotel ini atau ngak. Informasi terakhir katanya sejak juli 2017 selain tamu dilarang masuk ke kawasan ini.

Empire Hotel & Resort

Empire Hotel & Resort

what a huge pool

pemandangan dari Empir Hotel

Hotel mevvah dengan kolam yang gede banget
Ocean View
Setengah jam sebelum berbuka kami kembali ke Bandar dan singgah ke Gadong market untuk berbuka…
gadong night market ini awalnya hanyalah tenda2 yang dibuat untuk berjualan, namun sultan membangun bangunan permanen agar lebih rapi.
Gadong Night Market Brunei

mencari bukaan
Alhamdulillah akhirnya azan magrib dan dilanjutkan  suara takbir :D

Menikmati Sepinya Bandar Seri Begawan (Backpacking Brunei Darussalam Part 2)

Mungkin banyak yang bertanya ngapain sih liburan ke Brunei, ada apa di sana? .
Memang, kalau menurut gue, untuk liburan lama di Brunei gak terlalu direkomendasikan. 4 sampai 5 hari menurut gue udah cukup buat mengelilingi BSB.  Lain halnya jika ingin mencoba wisata di distrik lain selain BSB seperti wisata alam di temburong atau kuala belait mungkin lo butuh hari tambahan. Bagi lo yang suka kota dengan tema “Calm and Quite” Brunei adalah tempatnya. tapi, kalo lo hedon, suka hiburan, suka dugem, suka pantai, suka belanja barang branded, suka ini suka itu, don’t expect too much kalau datang ke Brunei yaa karena Negara ini gak akan bisa mengakomodir keinginan lo hehe.
Nah lo.. trus ngapain ke brunei?. Hmmm gini ya, menurut gue pengalaman pergi ke suatu negara apalagi negara yang baru lo kunjungi pertama kali itu gak harus terakomodir hal – hal yang kayak gue sebutin tadi. As a backpacker cieeile, pasti ada daya tarik lain dari suatu negara yang bakal menarik perhatian lo :D salah satunya ya ini, kenapa gue dating pas lebaran. Let's see :)

nah, lanjut cerita episode sebelumnya hehe, setelah istirahat sekitar sejaman gue keluar untuk mulai meng-explore BSB. hari ini cuaca cukup panas, kalau lo pernah ke Dumai, Riau. disini lebih panas sedikit dari kota itu. ya mungkin faktor panas minyak bumi yang terkandung disini kali ya CMIIW.
karena tengah hari terik dan gue masih puasa di hari ke 29 Ramadhan, akhirnya gue memilih buat jalan2 disekitar Bandar/ Hotel. sekedar saran, lebih baik mencari hotel disekitar Bandar karena dekat dengan terminal Bis, selain itu sebagian objek wisata juga berada dikawasan Bandar.
tujuan pertama siang hari ini adalah Mesjid Sultan Omar Ali Saiefuddin. menurut wikipedia, masjid ini selesai dibangun pada tahun 1958 dibawah kepemimpinan Sultan Omar Ali Saifuddin III. letaknya tidak jauh dari Brunei Hotel. berjalan ke kiri kemudian lurus saja sekitar 10 sampai 15 menit , maka kubah emas sudah kelihatan. Masjid ini memiliki kubah yang dilapisi emas murni. tapi jangan berharap bisa kerok emasnya ya haha bisa dipotong tuh tangan wkwkwk. yaa karena negara ini menerapkan hukum syariat islam. bagunan mesjid juga langsung menghadap kampoong ayer, yaitu kampung tertua di Brunei Darussalam.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

sebrang masjid
walaupun Brunei merupakan negara islam yang menganut hukum syariat yang kuat, namun kesehariannya tidak sefanatik yang dibayangkan kok. contohnya saja dalam penggunaan hijab, negara membebaskan penduduknya mau menutup hijab atau ngak. hanya saja untuk peraturan di kantor, memang khusus wanita diwajibkan menggunakan hijab. nah, awalnya gue gak berani keluar dengan menggunakan celana pendek karena takut kena cambuk wkwkwk (becanda). tapi ternyata gak masalah kok. namun ketika memasuki masjid, bagi yang tidak menutup aurat akan diberikan semacam jubah untuk menutup aurat. dan bagi non muslim mohon maaf tidak diperkenankan untuk memasuki masjid dan hanya boleh diluar. hari ini gue gak masuk kedalam masjid karena udah solat di hotel. namun, dihari kedua ketika gue memakai celana pendek, gue berencana untuk menunaikan solat zuhur di masjid Omar Ali. unfortunately, masjid ini gak menyediakan sarung buat pengunjung muslim yang akan menunaikan solat. gak seperti di masjid Jame yang menyediakan kain sarung. alhasil gue ditawari memakai jubah pengunjung. namun, saat itu imam Masjid melihat gue dan menawarkan memakai gamis miliknya hehe. ya akhirnya gue pinjem gamis sang imam :D. dan satu lagi, kegiatan foto memfoto tidak diperbolehkan didalam masjid. tapi kalo diam2 boleh sih hahaha
inside Masjid Omar Ali Saifuddin

Interior Masjid Omar Ali

halaman Masjid Omar Ali
setelah capek berkeliling di sekitar masjid, menembus panasnya BSB gue memutuskan untuk mengunjungi Royal Regalia Building. Royal Regalia Buiding ini merupakan museum yang isinya adalah koleksi alat2 dan juga barang2 kerajaan seperti pedang, kereta kencana emas, dsb. lagi lagi kurang beruntung, ternyata museum tersebut tutup gais wkwkwk. pada saat bulan Ramadhan, ternyata office hour di negara ini sampai jam 2 siang aja dan sekarang pukul 2.30 pm. alhasil lagi, dengan sisa tenaga dan membayangkan takjil berbuka yang yahudd gue ngemper dibawah pohon dan cuma bisa foto bangunan dari luar. poor me!
Royal Regalia Building

Semangat menuju RRB

Cuma bisa liat kubah doang
Setelah istirahat sejenak akhirnya gue memutuskan buat balik ke hotel karena kagak nahan sama panasnya kota ini. lagian ada janji buat buka bersama dengan teman yang rencana akan dijemput pukul 5.
satu hal yang membuat gue masih takjub sama kota dan negara  ini. meskipun negara kaya raya dan setiap warga pasti memiliki mobil, tapi kemacetan gak ada disini. kota ini sepi seperti seperti car freeday-nya jakarta, atau seperti hari lebaran di jakarta. jalan yang super gede dengan 3 lajur, marka jalan yang sangat jelas, dan trotoar yang juga super gede,  hanya cuaca yang panas buat gue males jalan.
lalu lintas di Bandar Seri Begawan

lalu lintas di Bandar Seri Begawan

lalu lintas di Bandar Seri Begawan
perjalanan 20 menit ke hotel serasa sangat menguras tenaga. sampainya dihotel gue kembali istirahat dan menunggu jemputan untuk berbuka puasa nanti.
pukul 5 bang Ibrahim datang jemput buat acara berbuka puasa. gue diajak berbuka di terindak d'seni Brunei Darussalam. sebenarnya tempat ini merupakan pusat penjualan koleksi serta pameran karya seni dari Brunei. namun, saat bulan ramadhan aula gedung ini dialihfungsikan menjadi tempat berbuka puasa bersama. sesuai tempatnya, terindak d'seni juga menjual oleh2khas dari Brunei. namun, harga yang ditawarkan sangat mahal cuyyy wkwkw. you can consider  to buy or not. about price tag below.
inside terindak d'seni

bakul

and that priceee LOL
kalau di Indonesia gue bisa beli 10 bakul dengan harga segitu hahaa. harganya dimarkup abis2an karena tempatnya juga premium.
Terindak d'seni berlokasi diseberang kampung ayer. untuk lokasi saya kurang paham karena berkendara menggunakan mobil, jadi gak terlalu memperhatikan. namun, gak terlalu jauh dari hotel. bahkan bangunannya juga kelihatan kok.
pemandangan dari aula tempat berbuka lumayan bagus, dengan pemandangan kampong ayer dan sunset. membuat acara berbuka puasa sangat istimewa.
lokasi berbuka puasa

pemandangan dari Trindak d'seni. jembatan yang belum selesai penghubung bandar - kampong aer
untuk makanan berbuka juga hampir sama dengan makanan di Indonesia, hanya ada beberapa makanan khas yang buat gue pengen mencoba. namanya ambuyat. mirip dengan papeda. hanya saja, papeda dimakan dengan kuah ikan. sedangkan ambuyat ini dimakan dengan beragam saus seperti tempoyak dan gue lupa apalagi jenis dan namanya. dan gue gak suka rasanya hahaha
menu yang super mevvah (karna ditraktir) wkwkwk
ambuyat
sambil berbuka, kami mendengarkan sidang isbat dari kementrian agama brunei buat melihat apakah hilal terlihat atau ngak. dan ternyataaa jeng jeng jeng lebaran gak jadi besok hahaha
lebaran di brunei berbeda dengan Indonesia
setelah mendengar bahwa lebaran ditunda hari senin, maka sudah dipastikan gue akan berpuasa kembali esok hari disini. dan di Indonesia sudah lebaran besok T_T.
to be continue

- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.