Archive for April 2017

Last day in Kathmandu (16 Days Nepal Trip - Part 11 end.)

9 Maret 2017

Pagi ini kami akan bersiap kembali menuju Kathmandu. tiket bus telah dipesan sehari sebelumnya dengan harga NPR700. keberangkatan tourist bus dari pokhara menuju kathmandu selalu ontime pukul 7:30 dari tourist bus park. ongkos taksi dari lake side ke tourist bus park sebesar NPR200 samaa seperti sebelumnya. dan kali ini kami berempat jadi lebih hemat.
tourist bus park
Jangan membayangkan terminal bus dengan konsep modern, terminal ini lebih cocok dikatakan sebagai lapangan yang disulap menjadi terminal.
kami sampai di kathmandu pukul 4 sore dan langsung menuju hotel. kami menginap di backyard hotel di thamel. harganya lumayan murah dengan fasilitas budget. untuk pemesanan hotel kami membandingkan beberapa web antara lain agoda, expedia dan juga booking.com. untuk traveloka sendiri belum ada kayaknya kerjasama dengan hotel di nepal. walaupun tempatnya agak nyempil tapi lumayanlah hehe. setelah beres beres kami mulai berkeliling di kawasan thamel dan mencari makannn haha.
di thamel, mencari makan halal itu susah susah gampang. ia, makanan halal pasti incaran traveller Indonesia apalagi muslim karena halal gak hanya soal bahan makanannya tetapi juga ada unsur lain. dan makanan halal disini udah pasti makanan India atau arab. lo gak akan jumpa rendang atau masakan melayu. setahu saya ada 4 tempat makanan yang ada label "halal" nya. pertama dan yang paling banyak pengunjungnya itu namanya Shafqat halal food. berada ditengah2 thamel dengan makanan yang lumayan enak khas timur tengahnya. yang kedua adalah Anatolia restaurant. letaknya masih ditengah thamel cuma harus jeli mencarinya. nah kalo ke anatolia harus coba chiken tandoori nya enaak bgt! (Favorite) yang ketiga ada Al-Madinah. tempat makan ini murahh dan banyak bnget porsinya. cuma letaknya nyempil dan harus lebih jeli. ada satu lagi lupa namanya dekat dengan atm tapi mahal banget dan kami gak nyoba disni. malam ini kami mencoba makan di shafqat. setelah makan kami kembali mengelilingi thamel dan kembali ke hotel untuk beristirahat.

10 Maret 2017

sesuai Janji dengan mas Widi dan mba Fania, kami breakfast bersama di hotel dengan menu roti sederhana. lumayan buat menganjal perut hehe.
hari ini kami akan berencana keliling mengunjungi beberapa spot wisata di kathmandu. mostly temple! yup. wisata temple-lah yang menjadi andalah kathmandu. dan yang pertama kami coba adalah kathmandu durbar square. durbar square ini terdapat hampir diseluruh sudut Kathmandu dan merupakan alun2 kota lama dan menjadi cagar budaya. masih ingat gempa hebat tahun 2015 silam? nah banyak sekali bangunan yang hancur akibat gempa tersebut. kebanyakan bangunan lama seperti dikawasan durbar square ini. ada beberapa durbar yang terkenal antara lain kathmandu durbar square, patan durbar square dan yang paling luas adalah bakhtapur city. namun sayangnya, untuk masuk ke kawasan ini dikenakan tarif bagi turis asing dan lumayan mahal menurut saya. contoh untuk masuk ke kawasan kathmandu durbar square turis dikenakan NPR500 sekali masuk dan yang paling mahal adalah bakhtapur durbar square dengan tiket masuk NPR1500 huhuu.
btw, kami mensiasati mask ke durbar square di kathmandu. berlagak menjadi orang nepali suapaya bisa masuk free haha
look at his shoes LOL

Kathmandu durbar square

pigeons

Kathmandu durbar square
setelah berkeliling di thamel kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum kembali mengunjungi beberapa spot wisata. tempat makan kali ini adalah Anatolia resturant yang terletak di thamel. restaurant ini paling enak menurut gue dibandingkan beberapa halal restaurant di thamel, namun ada beberapa yang lebih suka shafqat. chicken tandoori disini paling maknyus hehe.

setelah makan siang kami memutuskan untuk mengunjungi Bakhtapur city. kota tua peninggalan kerajaan kuno. untuk mencapai Bakhtapur, harus menggunakan taksi. jarak thamel ke Bakhatapur sekitar 40 menit. saya lupa berapa harga taksi kesana kurang lebih NPR1000.
Bakthapur city atau Bakhtapur Durbar Square ini merupakan kota peninggalan kerajaan Bakhtapur dan menjadi World Heritage Site UNESCO. namun malang karena gempa tahu 2015 kemarin banyak sekali bangunan yang rusak dan sampai saat ini masih belum pulih. tiket masuk ke Bakhtapur adalah NPR1500. iya mahal, Namun harga tersebut terlihat wajar ketika kita masuk kedalam kawasan yang super gede. Bhaktapur ini memeng awalnya adalah kota sehingga, kawasannya sangat gede. didalam kawasan ini juga terdapat rumah warga dan juga pertokoan.
Bakhtapur city
Bakhtapur Cultural City

salah satu sudut Bakhtapur


sudut jalan bakhtapur
setelah menikmati Kota Bakhtapur, kami kembali dan melanjutkan perjalanan ke Boudhanath di kathmandu. Boudhanath merupakan buddhist temple yang ada di kathmandu.
Boudhanath
hari ini kami benar2 memaksimalkan perjalanan karena besok sudah harus kembali ke tanah air. setalah kemabali dari Boudhanat kami mencari makan malam dan mencoba menu di Almadinah restaurant. restaurant ini lumayan murah dibandingkan dengan restaurant halal lainnya dan juga porsinya gedeee. sehabis makan kami kembali ke hotel. malam ini hari terakhir di Kathmandu.

Nepal we gonna miss you.
Pagi ini gue berkemas untuk kembali ke tanah air, pengalaman yang sangat berharga dan gak akan terupakan seumur hidup. sampai saat ini gue masih pengen balik ke nepal hehe.
orang2 yang ramah dan juga helpfull, pemandangan yang luar biasa, serta kehebohan Kathmandu gak akan bisa terlupakan.
btw, sebelum berangkat kami masih sempat hunting diskon di outlet The North Face hahaha
next destination Everest Base Camp. Aminnnnnn

The end.


Pokhara and The World Peace Pagoda (16 Days Nepal Trip - Part 10)

7 Maret 2017

sebelumnya, kami hanya singgah sebentar di Pokhara karena akan melanjutkan perjalanan ke ABC. kota pokara ini seperti saya tuliskan sebelumnya, more quite and clean than Kathmandu. kota Pokhara selalu jadi tempat persinggahan sebelum dan setelah trekking dari Annapurna. hari ini kami gak melakukakn terlalu banyak kegiatan dan hanya beristirahat dihotel serta jalan disekitar hotel. istirahat satu hari sangat sangat gue rekomendasikan setelah perjalanan jauh trekking ABC. siang dan sore ini kami hanya makan disekitaran lake side. Pusat turis di Pokhara berada di lake side, disini terdapat banyak hotel murah namun berkualitas dengan harga yang murah, rate hotel disekitaran lake side ini anara Rp100rb s/d Rp300rb. sangat murah malah. kami mendapatkan harga hotel di Pokhara dengan harga NPR1200 dengan kamar yang bagus, kalau masih rajin mencari pasti dapet tuh harga yang mumer. malam harinya kami keliling untuk belanja oleh - oleh (Indonesia banget) dan saat itu gue bertemu kembali dengan mas Widi dan mba Fania, kalau lupa mba Fania dan suami papasan pada saat jalan menuju MBC dari Deurali. mulai dari malam ini kami selalu janjian mau kemana aja wkwkwk. setelah pertemuan yang singkat kami ngopi bareng dan besok janji ketemuan untuk keliling Pokhara.

8 Maret 2017

Pagi ini kami berencana mengunjungi World Peace Pagoda yang ada di Pokhara. lokasinya berada diseberang phewa lake. ada dua cara untuk menuju kesana. pertama menggunakan taksi mengelilingidanau (agak jauh) dan kedua adalah menyebrangi phewa lake menggunakan boat yang disewakan dipinggir danau. dan kami memilih opsi kedua. Phewa lake sangat populer disini, namun menurut saya danau ini biasa saja. masih lebih bagus danau danau yang ada di Indonesia. pukul 8 kami menuju pinggir danau dan ternya belum ada yang buka. akhirnya kami berniat keliling terlebih dahulu dan ternyata ada yang menawarkan (kami rasa dia calo) wkwkwk. awalnya sih ragu namun ya tetap kami terima. penyewaan boat seharga kurang lebih Rp100rb pp beserta boatman nya hehe. perasaan gak enak dari awal ternyata terbukti, kami sempat khawatir karena boat yang kami sewa bocorrr, ia bocor dan kami harus saling membantu menguras boat yang bocor itu haha.
walaupun bocornya gak gede, tapi kami sempat ciut karena air meremes masuk. mana kami udah ditengah danau mau balik lebih jauh terpaksa kami membantu menguras perahu.

perhatikan genangan air dibawah wkwkwwk

tertawa sambil takut kelelep
setelah kurang lebih 30 menit olahraga jantung plus nguras air, kami akhirnya sampai diseberang danau dengan selamat. perjalanan menuju WPP kurang lebih 45 menit dan trekking lagi wkwkwk. kayaknya disini emng wisata trekking.
setelah trekking 45 menit kami akhirnya sampai di World Peace Pagoda atau disebut juga shanti stupa. menurut wikipedia, Shanti stupa ini dibangun sebagai simbol perdamaian sesuai namanya. jika beruntung, maksudnya kalau udara bersih tanpa kabut maka akan terlihat pemadangan Annapurna dari sini. sayangnya saat kami kesana awan sudah banyak dan gk memungkinkan untuk mellihat himalayas range dari sini tapi kami sudah dari sana kok, hehe.
team.

world peace pagoda

keep silence
gak ada hal yang terlalu wah disini, sehingga kami hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit saja dan kembali trekking untuk mencapai boat. untungnya sang boatman mengganti perahu baru yang gak bocor dan ngomong "don't worry i changed the boat. before you should worried" wkwkwwk yaiyalah.
setelah kembali, kami hanya keliling dikota pokhara dan kembali menjajal makanan serta "masih" berburu souvenir. siang ini kami makan di halal foodland pokhara.

Day 7 Trekking ABC: Trekking ABC: Bamboo to Pokhara (16 Days Nepal Trip - Part 9)

6 Maret 2017
  
“Perjalanan hari ini penuh drama, antara mau nginap di Jhinu Danda atau langsung menuju Pokhara dan ternyata…”

Kami mulai bergerak dari Bamboo sekitar pukul  8 pagi. Perjalanan ke Sinuwa kami tempuh  selama kurang lebih 2 jam. Cuaca dan trek  saat itu sangat bagus dimana matahari cerah dan kondisi medan juga lumayan ramah karena trek menurun hehe. Sekitar pukul 11 kami sampai di sinuwa dan beristirahat sebentar. Setelah istirahat yang cukup lama (±15 menit) dan  kami memesan snack karena kelaparan hehe, kemudian melanjutkan perjalanan ke Chomrong.

Chomrong oh Chomrong
Chomrong memang asoy!. Matahari  yang lumayan terik walau suhu dingin ditambah perut yang sudah mulai lapar dan yang paling parah ketemu ama tanjakan tangga chomrong yang asoy geboy. Kelar idup loe! Haha.
Kami sampai di Chomrong sekitar pukul 12 lewat dan langsung menuju lodge tempat kami menitipkan barang kemarin. Disini kami beristirahat, makan dan sambil menunggu teman Nepali kami yang masih berada di Sinuwa. Tas yang kami titipkan selama mendaki ke ABC gk dikenakan charge atau biaya dan itu sangat membantu. Kami hanya memesan makan siang dan juga mengisi ulang batrai handphone, free! Hehe. Lodge ini sangat gue rekomendasikan sih buat nginep dan menitipkan barang. Pertama, karena lokasinya dipuncak Chomrong jadi viewnya bagus. Kedua, lokasinya tepat di jalur belokan kearah Jhinu danda sehingga perlengkapan atau carrier sangat tepat lo tinggal disini. Dan pas lo balik dari sinuwa dan mau ke Jhinu danda nanti, lodge ini adalah lodge terakhir yang lo temui sebelum belok ke Jhinu. Hemat tenaga kan hehe. Tapi ini berlaku dari trekker yang datang dari arah tadapani dan baliknya melalui jhinu danda ya :D
Disni gue makan besar, sambil menikmati matahari dengan udara yang dingin. beli coca - cola yang sebotol harganya hampir 50rb wkwkwwk

view from Chommrong

waiting for lunch

Chomrong

what a breathtaking view!

harganya mahal wkwkwkwk

last taken
 Setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan menuju Jhinu Danda. Perjalanan dari chomrong menuju Jhinu Dhanda sekitar 45 menit, kalau dari arah Jhinu Danda ke Chomrong mungkin sekitar 1,5 sd 2 jam dikarenakan medan yang curam dan tangga yang membunuh hehe. Awalnya kami berencana untuk stay di Jhinu Danda dan mencoba hot spring. Namun, karena udara yang agak terik kami mengurungkan niat. Hot spring yang berada di Jhinu Danda juga tidak tepat berada didesa itu. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu 30 sd 45 menit menuju sungai dan kembalinya tentu saja lebih lama. So, kami akhirnya mengurungkan niat dan berencana langsung menuju Pokhara atau desa mana yang mampu dicapai. Kami kembali jalan dan menuju desa new bridge. Sesuai namanya, desa ini memiliki 2 jembatan. Pertama jembatan lama, dan yang kedua jembatan baru yang dibangun, oleh karena itu desa ini disebut new bridge.
Setelah istirahat sebentar di new bridge kami kembali melanjutkan perjalanan karma jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Jalur yang kami pilih adalah siwai, bukan Landhruk. Kenaa kami memilih siwai dibanding landhruk yang jarak tempuhnya lebih cepat 30 menit. Yang pertama  adalah karma jalur new bridge – Landhruk bebas dar anak tangga hehe. Kalau melewatiLandhruk maka akan kembali mendaki lebih kurang 1,5 jam. Dan yang kedua ada banyak transportasi dari Siwai menuju Pokhara walaupun itu malam hari. Ada taxi, jeep dan bus.
Kami sampai disiwai pukul 8 malam dan langsung menuju Pokhara dengan menggunakan taxi (shared pastinya). Harga taxi dari Siwai ke Pokhara adalah Rs4000. kami sampai diPokhara sekitar pukul 11 malam dan langsung mengucapkan syukur dapat empuknya kasur hotel. Alhamdulillah.

Resume Day 7 Trekking: Bamboo to Pokhara ± 9 Hours Walking
Bamboo (2400m) - Sinuwa (2380m) ±2 hours
Sinuwa (2300m) - Chomrong (2170m) ±2 hours
Chomrong (2170m) - Jhinu Danda (1780m) ±1 hour
Jhinu Danda (1780m) - New Bridge (1340m) ±1,5 hours
Jhinu Danda (1780m) - Siwai. ±2,5 hours

Day 6 Trekking ABC: Trekking ABC: MBC – ABC – Bamboo (16 Days Nepal Trip - Part 8)

5 Maret 2017

“there is a calm after the storm”, Badai pasti berlalu!
Pagi ini cuaca sangat - sangat cerah, walaupun tidak ada pelangi. Langit biru tanpa awan pagi ini ditambah dinginnya udara  yang turun sampai -12ºC. seluruhnya membeku, bahkan air ditoilet saja membeku, dan guest what? Saat buang air kecil dan ingin menyiram maka disediakan palu untuk memecahkan es di ember untuk menggapai air yang masih berupa “air” didasarnya haha.
Pagi ini gue akan langsung berangkat ke Annapurna Base Camp (ABC). Niatnya ingin berangkat selepas subuh, namun badan menolak arena udara yang super dingin dan akhirnya memutuskan berangkat setelah matahari terbit. akibat lebatnya hujan salju tadi malam, seluruh jalan tertutup oleh salju setebal 30 cm bahkan lebih. Karena tertutupnya jalur pendakian oleh salju, maka kami terpaksa menuggu guide dari trekker lain untuk membuka jalan ke atas. Perjalanan menuju ABC sekitar 1,5 jam.
Seperti inilah kondisi jalan menuju ABC

snow path, full of snow

snow path

playing snow in the storm

friends

Beautiful Annapurna Base Camp
These Pics taken by my Nepali Friend.

Finally, after 5 days walking! Officially we did it. Annapurna Base Camp!

Kami gak terlalu berlama2 disini. Karena matahari sudah turun dan pastinya salju akan berubah menjadi es dan akan menyulitkan kami berjalan. tujuan kami selanjutnya adalah Bamboo (jika kuat). 
kami kembali ke MBC dan makan siang kemudian mengambil barang2. jalur sudah terlihat namun karena terpapar matahari, salju telah menjadi es. dalam perjalanan balik langkah kami super cepat dan beberapa kali terpelesat di es sampai pant*t udah kebal kebanting di es wkwkwk. 
ini salah satu scene saya sedang melawan licinnya es. hehe

kami kembali melewati deurali dalam waktu kurang dari 2 jam dan mengembalikan peralatan yang kami sewa dengan harga super mahal (crampons dan sunglasses). 
tidak terlalu banyak foto - foto dan cerita pada saat pulang. karena kami berburu dengan waktu dan ingin cepat sampai ke pokhara untuk istirahat dan bersantai hehe.
Leaving from deurali, deurali desa dengan atap biru.

menuju Dovan

stalaktit es
kurang lebih pukul 6an kami sampai di bamboo. gue lupa nama lodge di bamboo ini, tapi lodge ini punya water heater sehingga kami bisa mandi setelah 3 hari gak mandi hehe.

Resume Day 6 Trekking: MBC - ABC - Bamboo ± 9-10 Hours Walking
MBC (3700m) – ABC (4130m) ±1,5 Hours
ABC (4130m) - MBC (3700m) - Deurali (3200) ±3 Hours
Deurali (3200m) –  Hotel Himalaya (2900m) - Dovan (2590m)  ±3 Hours
Dovan (2590m) - Bamboo (2400m) ±1 Hour

Day 5 Trekking ABC: Hotel Himalaya - Deurali - MBC (16 Days Nepal Trip - Part 7)

4 Maret 2017

Perjalanan menuju MBC (Machapuchere Base Camp) dari Hotel Himalaya merupakan perjalanan yang paling berkesan selama trekking ini. .
Pagi ini suhu mencapai -2ºC. Sisa hujan kemarin malam sudah berubah menjadi es menyelimuti pekarangan hotel. Susah menggambarkan bagaimana dinginnya pagi ini. Jangankan mandi, untuk cuci muka saja gue gak tahan. Masih beruntung gue bisa tahan dingginya air buat cebok haha (untuk bo*er harus disini, setelah keatas air beku semua) wkwkwk. Pagi ini gue pesan hot chocolate (minuman kesukaan selama trekking) dan mie ramen. Pukul 9 kami mulai bergerak menuju deurali. Normalnya perjalanan dari Hotel Himalaya ke MBC adalah 4 jam. Hotel Himalaya - Deurali 2 jam , kemudian Deurali MBC 2 jam
“this is the real trek” mungkin kalimat itu bisa menggambarkan bagaimana jalur pendakian setelah hotel himalaya. Sisa es tadi malam masih menutupi sebagian jalan. Sebenarnya jalur menuju deurali masih wajar, namun karena jalan ditutup es dan salju, tingkat kesulitan semakin tinggi. Ditambah lagi sepatu kami gak ada yang dilengkapi oleh crampon. Nah untuk teman – teman yang berencana pergi trekking ABC sewaktu winter dan awal musim semi (Des – Maret) sebaiknya mempersiapkan sepasang crampons sebagai antisipasi. Selain itu sunglasses juga sangat diperlukan pada saat musim salju. Hal tersebut karena pantulan sinar matahari sangat membuat silau mata.
Perjalanan ke deurali kurang lebih 2 jam. Sampai di Deurali kami berhenti untuk mencari apakah ada penyewaan crampon. Ternyata ada, dengan harga yang sangat fantastis. Saya menyewa crampon seharga NPR500 untuk sepasang selama sehari. Dan menyewa kacamata seharga NPR500 untuk 2 hari. Karena crampon hanya ada sepasang, maka gue hanya memakai sebelah dan satunya buat temen gue. Plus kacamata hitam. Total yang kami keluarkan adalah NPR2000 atau sekitar Rp250rb T_T. seharusnya kami juga meninggalkan deposit, namun karena kami bersama dengan teman Nepali akhirnya mereka nego agar harga lebih murah dan tanpa deposit. Sial emang, karena ketidaktahuan kami. Sebenarnya kami masing2  memiliki kacamata hitam, namun kami tinggal di chomrong karena berfikir bahwa salju gak terlalu banyak dan kacamata gak diperlukan. Apa mau dikata, penyesalan emang datang terlambat. Mau gak mau, suka gak suka ya harus disewa.
Setelah melewati deurali, trek sudah semakin sulit karena hampir keseluruhan jalan ditutupi oleh salju dan es. Diperjalanan menuju MBC, kami bertemu trekker asal Indonesia, namanya Mas Widi dan mba Fania yang nantinya akan menjadi travelmates di Pokhara dan Kathmandu hehe. Kami bertemu dengan mereka saat mereka mau turun dan kami akan naik ke MBC. Namun, sebenarnya mereka mengurungkan niat untuk lanjut ke ABC karena kondisi jalan yang sangat sulit. Menurutnya, longsoran salju menutupi jalan dan jalurnya juga sudah tertutup sehingga jarak jalur dan jurang sudah sangat dekat.
Mendengar penjelasan tersebut, kami hampir mengurungkan niat untuk menuju ABC, ditambah lagi cuaca juga mulai buruk karena badai sudah mulai datang. Namun, saya pribadi masih mau melanjutkan perjalanan. Akhirnya setelah kompromi dengan teman kami melanjutkan perjalanan dengan catatan jika kondisi trek atau cuaca semakin buruk, makan kami akan memutuskan untuk kembali ke deurali.

es menutupi sebagian jalur

view diperjlanan
Benar saja, 1 jam mendekati MBC, jalur ditutupi oleh salju tebal dan hampir longsor selain itu, awan badai juga semakin dekat sehingga kami mempercepat langkah agar sampai ke ABC. Dilema saat itu sudah ada dipikiran kami, kalau saja badai salju... dimana kami mau berteduh sedangkan disekitar sini tidak ada tempat untuk berteduh. Mau kembali ke deurali jelas sekali kami pasti terkena badai salju karena awan gelap berasal dari arah deurali. Lagipula kami sudah setengah jalan bahkan lebih untuk mencapai MBC. Kami memutuskan untuk tetap berjalan dan berharap kami sampai terlebih dahulu. Mendekati MBC, seluruh jalan telah ditutupi oleh es dan  salju, sehingga kami harus bener – benar ekstra hati – hati melewatinya. Disinilah peran utama crampons dan juga trekking pole.

 
lepas hotel himalaya

masih bisa foto2

Frozen river 
seluruhnya tertutup es



”Saya yakin, tanpa bantuan crampons dan trekking pole kemungkinan besar kami sudah kembali. karena grip sepatu saja tidak akan sanggup menahan licin nya jalur es ini.”
Begitulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan susahnya menapakkan kaki di jalur es. Menggunakan crampon saja kami masih terjatuh karena licin, bagaimana kalau gak pake -___-. Namun, secara kontradiktif kami melihat para guide dan porter melewati jalur es tanpa pertolongan crampons maupun trekking pole dan berlari meluncur tanpa takut terjatuh. Wow emezing! Kalau gue mah, mungkin badan dan tulang2 sudah patah dan ditemukan didasar jurang.

jalur menuju MBC

eksis dulu,that was a breathtaking view!

menuju MBC

kondisi saat badai mulai datang

Karena cuaca kurang baik, kami tidak terlalu berfikir untuk melakukan banyak sesi fotografi. Malah kalau bisa, kami ingin berlari secepat mungkin agar sampai ke MBC secepatnya. Yang kami khawatirkan tentu saja diterpa badai salju. Jantung udah deg2an membayangkan gimana kalau kami mati kedinginan diterpa badai salju. Saat itu pula terbayang dibenak kami film everest, yang kebetulan ditonton dipesawat menuju kathmandu -_-
Semakin keatas badan semakin terasa lelah, mungkin karena udara terlalu dingin atau karena oksigen sudah mulai menipis. Tapi secercah harapan sudah didepan mata wkwkwk, puitis bgt. Dari kejauhan sudah terlihat atap biru yang berarti kami sudah dekat. Benar saja, ternyata kami sudah sampai di Machapuchere Base Camp atau MBC. Satu langkah lagi menuju Annapurna Base Camp.finallly
Ketika kami sampai di MBC, cuaca langsung berubah gelap. terbenam oleh awan badai. Alhamdulillah kami sampai disini dengan selamat. Kami sampai pukul 2 siang. Seharusnya kami akan langsung menuju ABC. Namun cuaca tidak bersahabat sehingga kami memutuskan untuk bermalam di MBC. Keputusan ini sangat tepat mengingat badai salju yang datang tidak berhenti hingga malam hari.

kondisi MBC

kondisi MBC saat badai salju
Setelah sampai di MBC, kami meminta diantar ke kamar untuk berbenah. Sungguh luar biasa dinginnya suhu udara disini. Berdasarkan termometer suhu udara -10ºC lapisan baju yang kami pakai bener benar tidak bisa menahan udara yang menusuk. Bayangkan saja, saya sudah memakai outer + down inner tnf + iner polar + baju dan long john + sleeping bag, udara dingin masih saja menusuk. Kamar kami berada di bagian bawah guest house. Masih beruntung karena tidak diterpa langsung oleh angin. Setelah berberes dan menambah lapisan pakaian, kami langsung menuju dining hall. Disini biasanya disediakan penghangat, namun kami harus membayar sebesar NPR200/ orang. It’s ok lah daripada harus mati kedinginan.
Oh iya, satu hal lagi yang membuat kami tidak banyak foto. Apa ituu?? Ternyata HP (Iphone atau samsung atau yang lainnya) ternyata tidak kuat menahan suhu extreme. Iya! Ternyata Handphone akan mati dibawah suhu minus. WTF wkwkwk. Ternyata baterai li-ion akan mati dan tidak akan bisa bertahan. Bukan berarti baterai langsung kosong ya. Biarpun baterai penuh, maka jika handphone dihidupkan dan kemudian beberapa saat akan langsung mati. Dan itu berlaku hampir disemua handphone.





setelah makan siang pukul 3, gue menuju ke kamar memandang dari jendela derasnya hujan salju hari ini. Sekali lagi kami bersyukur bisa sampai di MBC tepat waktu. Sambil menunggu makan malam, dan kebetulan kita bertemu 3 orang indonesia yang juga akan bermalam di MBC. Versi mereka lebih seru, ternyata mereka baru sampai pukul 5 sore dan menghadapi badai salju ditengah perjalanan menuju MBC. Frustasi banget bahkan mereka kehilangan jalur karena tertutup salju. Beruntung mereka menggunakan guide dan telah beberapa kali melakukan trekking ke ABC. Kebetulan mereka merupakan WNI yang telah lama tinggal di Nepal dan kembali ke Indonesia kemudian memperkenalkan Nepal dengan mendirikan perusahaan perjalanan, serta mengakomodasi beberapa travel agent di Indonesia untuk melakukan kegiatan atau berwisata di Nepal. Kami banyak bercerita tentang bagaimana Nepal dimata Indonesia dan bagaimana mereka berniat untuk saling memperkenalkan negara, iya... menurut cerita banyak sekali warna negara nepal yang tidak pernah tau dimana Indonesia dan tidak pernah keluar dari Nepal. Seru deh ceritanya hehe...
habis makan malam, waktu kami habiskan dikamar untuk istirahat karena travelmate saya mengalami sakit kepala, kemungkinan AMS (Acute Mountain Sickness)... oleh karena itu, jangan lupa untuk membawa obat2an ya gaiss.. perlengkapan medis dasar dan common medicine wajib hukumnya untuk dibawa.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan. Jangan lupa untuk membeli asuransi perjalanan apalagi dalam jangka waktu yang cukup lama. Cari informasi mengenai asuransi yang mengcover evakuasi medis darurat dengan helicopter. Karena gak ada cara lain untuk membawa orang sakit dari sini kecuali dengan helicopter.

Resume Day 5 Trekking: Hotel Himalaya to MBC ± 5 Hours Walking
Hotel Himalaya (2900m) – Deurali (3200m) ±2 Hours
Deurali (3200m) – MBC (3700m)  ±3 Hours

- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.