Posted by : Fajar Sardi Jul 16, 2017

Mungkin banyak yang bertanya ngapain sih liburan ke Brunei, ada apa di sana? .
Memang, kalau menurut gue, untuk liburan lama di Brunei gak terlalu direkomendasikan. 4 sampai 5 hari menurut gue udah cukup buat mengelilingi BSB.  Lain halnya jika ingin mencoba wisata di distrik lain selain BSB seperti wisata alam di temburong atau kuala belait mungkin lo butuh hari tambahan. Bagi lo yang suka kota dengan tema “Calm and Quite” Brunei adalah tempatnya. tapi, kalo lo hedon, suka hiburan, suka dugem, suka pantai, suka belanja barang branded, suka ini suka itu, don’t expect too much kalau datang ke Brunei yaa karena Negara ini gak akan bisa mengakomodir keinginan lo hehe.
Nah lo.. trus ngapain ke brunei?. Hmmm gini ya, menurut gue pengalaman pergi ke suatu negara apalagi negara yang baru lo kunjungi pertama kali itu gak harus terakomodir hal – hal yang kayak gue sebutin tadi. As a backpacker cieeile, pasti ada daya tarik lain dari suatu negara yang bakal menarik perhatian lo :D salah satunya ya ini, kenapa gue dating pas lebaran. Let's see :)

nah, lanjut cerita episode sebelumnya hehe, setelah istirahat sekitar sejaman gue keluar untuk mulai meng-explore BSB. hari ini cuaca cukup panas, kalau lo pernah ke Dumai, Riau. disini lebih panas sedikit dari kota itu. ya mungkin faktor panas minyak bumi yang terkandung disini kali ya CMIIW.
karena tengah hari terik dan gue masih puasa di hari ke 29 Ramadhan, akhirnya gue memilih buat jalan2 disekitar Bandar/ Hotel. sekedar saran, lebih baik mencari hotel disekitar Bandar karena dekat dengan terminal Bis, selain itu sebagian objek wisata juga berada dikawasan Bandar.
tujuan pertama siang hari ini adalah Mesjid Sultan Omar Ali Saiefuddin. menurut wikipedia, masjid ini selesai dibangun pada tahun 1958 dibawah kepemimpinan Sultan Omar Ali Saifuddin III. letaknya tidak jauh dari Brunei Hotel. berjalan ke kiri kemudian lurus saja sekitar 10 sampai 15 menit , maka kubah emas sudah kelihatan. Masjid ini memiliki kubah yang dilapisi emas murni. tapi jangan berharap bisa kerok emasnya ya haha bisa dipotong tuh tangan wkwkwk. yaa karena negara ini menerapkan hukum syariat islam. bagunan mesjid juga langsung menghadap kampoong ayer, yaitu kampung tertua di Brunei Darussalam.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

sebrang masjid
walaupun Brunei merupakan negara islam yang menganut hukum syariat yang kuat, namun kesehariannya tidak sefanatik yang dibayangkan kok. contohnya saja dalam penggunaan hijab, negara membebaskan penduduknya mau menutup hijab atau ngak. hanya saja untuk peraturan di kantor, memang khusus wanita diwajibkan menggunakan hijab. nah, awalnya gue gak berani keluar dengan menggunakan celana pendek karena takut kena cambuk wkwkwk (becanda). tapi ternyata gak masalah kok. namun ketika memasuki masjid, bagi yang tidak menutup aurat akan diberikan semacam jubah untuk menutup aurat. dan bagi non muslim mohon maaf tidak diperkenankan untuk memasuki masjid dan hanya boleh diluar. hari ini gue gak masuk kedalam masjid karena udah solat di hotel. namun, dihari kedua ketika gue memakai celana pendek, gue berencana untuk menunaikan solat zuhur di masjid Omar Ali. unfortunately, masjid ini gak menyediakan sarung buat pengunjung muslim yang akan menunaikan solat. gak seperti di masjid Jame yang menyediakan kain sarung. alhasil gue ditawari memakai jubah pengunjung. namun, saat itu imam Masjid melihat gue dan menawarkan memakai gamis miliknya hehe. ya akhirnya gue pinjem gamis sang imam :D. dan satu lagi, kegiatan foto memfoto tidak diperbolehkan didalam masjid. tapi kalo diam2 boleh sih hahaha
inside Masjid Omar Ali Saifuddin

Interior Masjid Omar Ali

halaman Masjid Omar Ali
setelah capek berkeliling di sekitar masjid, menembus panasnya BSB gue memutuskan untuk mengunjungi Royal Regalia Building. Royal Regalia Buiding ini merupakan museum yang isinya adalah koleksi alat2 dan juga barang2 kerajaan seperti pedang, kereta kencana emas, dsb. lagi lagi kurang beruntung, ternyata museum tersebut tutup gais wkwkwk. pada saat bulan Ramadhan, ternyata office hour di negara ini sampai jam 2 siang aja dan sekarang pukul 2.30 pm. alhasil lagi, dengan sisa tenaga dan membayangkan takjil berbuka yang yahudd gue ngemper dibawah pohon dan cuma bisa foto bangunan dari luar. poor me!
Royal Regalia Building

Semangat menuju RRB

Cuma bisa liat kubah doang
Setelah istirahat sejenak akhirnya gue memutuskan buat balik ke hotel karena kagak nahan sama panasnya kota ini. lagian ada janji buat buka bersama dengan teman yang rencana akan dijemput pukul 5.
satu hal yang membuat gue masih takjub sama kota dan negara  ini. meskipun negara kaya raya dan setiap warga pasti memiliki mobil, tapi kemacetan gak ada disini. kota ini sepi seperti seperti car freeday-nya jakarta, atau seperti hari lebaran di jakarta. jalan yang super gede dengan 3 lajur, marka jalan yang sangat jelas, dan trotoar yang juga super gede,  hanya cuaca yang panas buat gue males jalan.
lalu lintas di Bandar Seri Begawan

lalu lintas di Bandar Seri Begawan

lalu lintas di Bandar Seri Begawan
perjalanan 20 menit ke hotel serasa sangat menguras tenaga. sampainya dihotel gue kembali istirahat dan menunggu jemputan untuk berbuka puasa nanti.
pukul 5 bang Ibrahim datang jemput buat acara berbuka puasa. gue diajak berbuka di terindak d'seni Brunei Darussalam. sebenarnya tempat ini merupakan pusat penjualan koleksi serta pameran karya seni dari Brunei. namun, saat bulan ramadhan aula gedung ini dialihfungsikan menjadi tempat berbuka puasa bersama. sesuai tempatnya, terindak d'seni juga menjual oleh2khas dari Brunei. namun, harga yang ditawarkan sangat mahal cuyyy wkwkw. you can consider  to buy or not. about price tag below.
inside terindak d'seni

bakul

and that priceee LOL
kalau di Indonesia gue bisa beli 10 bakul dengan harga segitu hahaa. harganya dimarkup abis2an karena tempatnya juga premium.
Terindak d'seni berlokasi diseberang kampung ayer. untuk lokasi saya kurang paham karena berkendara menggunakan mobil, jadi gak terlalu memperhatikan. namun, gak terlalu jauh dari hotel. bahkan bangunannya juga kelihatan kok.
pemandangan dari aula tempat berbuka lumayan bagus, dengan pemandangan kampong ayer dan sunset. membuat acara berbuka puasa sangat istimewa.
lokasi berbuka puasa

pemandangan dari Trindak d'seni. jembatan yang belum selesai penghubung bandar - kampong aer
untuk makanan berbuka juga hampir sama dengan makanan di Indonesia, hanya ada beberapa makanan khas yang buat gue pengen mencoba. namanya ambuyat. mirip dengan papeda. hanya saja, papeda dimakan dengan kuah ikan. sedangkan ambuyat ini dimakan dengan beragam saus seperti tempoyak dan gue lupa apalagi jenis dan namanya. dan gue gak suka rasanya hahaha
menu yang super mevvah (karna ditraktir) wkwkwk
ambuyat
sambil berbuka, kami mendengarkan sidang isbat dari kementrian agama brunei buat melihat apakah hilal terlihat atau ngak. dan ternyataaa jeng jeng jeng lebaran gak jadi besok hahaha
lebaran di brunei berbeda dengan Indonesia
setelah mendengar bahwa lebaran ditunda hari senin, maka sudah dipastikan gue akan berpuasa kembali esok hari disini. dan di Indonesia sudah lebaran besok T_T.
to be continue

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.