Posted by : Fajar Sardi Jul 22, 2017

27 Juni 2017

Hari ini merupakan hari terakhir gue di Brunei dan hari ini  juga merupakan hari yang gue tunguu karena hari ni akan berkunjung ke istana nurul iman. Seperti apa yang gue tulis sebelumnya, seharusnya jika lebaran dibrunei hari minggu, maka hari senin kemarin gue sudah berkunjung ke istana nurul iman. Tapi karna lebaran berbeda dengan Indonesia maka hari inilah gue berkunjung ke Istana.
Selepas berkunjung ke istana, gue akan langsung menuju bandara untuk pulang ke Indonesia. Perlu dicatat, istana nurul iman dibuka untuk umum selama 3 ahri tiap tahun. Tepatnya di H+1 sampai H+4 hari raya idul fitri. Jadi pastikan jadwal temen2 pas ya kalau mau berkunjung ke istana. Untuk berkunjung ke istana, setiap pengunjung diharuskan memakai pakaian yang sopan, minimal smart casual. Aturan formalnya memang gak ditulis, tetapi jika ingin bersalaman dengan Sultan ya harus sopan dong ya. Saya sendiri atasan memakai baju koko yang casual, celana katun dan sepatunya sneaker. Jangan pakai sandal yaa. Tapi karena terlalu banyak manusia, hal2 seperti itu kadang luput dari pandangan petugas. Contohnya aja sewaktu antri masuk kedalam istana gue ngeliat bnyak yang pake jeans dan t-shirt yang lolos masuk. Padahal didepan pintu masuk jelas – jelas terpampang dengan  pakaian apa aja yang diizinkan masuk. Waktu kunjungan untuk bersalaman dengan sultan dibagi dua sesi setiap harinya. Pertama jam 10 pagi, dan yang kedua jam 2 siang. Gue milih yang pertama karena waktu yang terbatas. Tapi tetap aja harus datang sebelum jam 8 ke istana supaya kebagian jam 10nya. Kalau udah overkuota maka disuruh menunggu untuk jam 2 siang. Untuk transportasi ke istana bisa menggunakan bus no 56/42/45/47/49/44/46 atau 48 dari terminal Bandar. Karna gue bareng temen jadi gk ngerasain gimana suasana di dalam bus menuju istana. Yang pasti rame banget.
Pukul 8 pagi gue sampe di Istana nurul iman, suasana ramee banget. Karna bawa mobil, kami susah buat cari parkiran sampe2 kita parkir jauh kira2 400 meter dari gerbang istana (masih beruntung karena pas balik kita ngeliat ada yang parkir jauh banget, mungkin ada hampir 800 meteran). Sampai digerbang, istana menyediakan shuttle bus untuk mengangkut pengunjung menuju pintu masuk istana. Satu hal yang membuat saya kagum, pemerintah Brunei sangat menghargai orangtua atau disini disebut usia emas. Mereka sangat dihormati dan diberikan prioritas dalam segala hal. Contohnya saja dalam antrian masuk ke istana. Mereka disediakan jalur khusus. Begitu pula dengan bus disediakan bus khusus untuk pengunjung usia emas. Shuttle bus yang disediakan istana ini sangat banyak. Sampai2 saya gk melihat ujungnya karena busnya gk habis2, padahal jarak antara gerbang dan pintu masuk gak terlalu jauh menurut gue.
 
antiran bus yang akan mengangkut pengunjung
antian masuk istana
Antrian masuk pria dan wanita juga dibedakan, dan nantinya pengunjung pria akan bersalaman dengan Sultan, pangeran, dan keluarga laki2. sedangkan untuk wanita akan bersalaman dengan permaisuri, putrid dan keluarga wanita. Jadi buat cewek2 yang ngarep bisa ketemu ama Prince Abdul Mateen siap2 kecewa hahaha. Setelah meleeati pintu masuk, kita akan melakukan registrasi dan dibagikan kupon untuk pengambilan souvenir dan emudian kita akan dijamu dengan makanan yang berlimpah dan gratisss haha
aula istana

menyantap makanan istana
Dari informasi yang gue dapet, makanan ini dioleh oleh chef dari hotel Hyatt milik sultan jadi kualitasnya sudah teruji.
 
makan sepuasnya
Setelah kenyang makan, kami kembali antri bahkan sampai 2 kali masuk aula untuk antri. Super sekali ahha. Pengunjung juga semakin banyak dan akhirnya sekitar pukul 11 gue bisa bertemu dengan sultan dan keluarga untuk bersalaman. Tapi sayang tidak diperkenankan untuk foto, bahkan handphone juga tidak diperbolehkan dipegang. Antri selama kurang lebih 2 jam dan salaman kurang dari 20 detik wkwkwwk.
 
antiran untuk salaman dengan sultan
 
menunggu antian diaula 1
antrian di aula 2, btw itu emas asli
antri menuju ruang sultan
penjaga istana
sultan behind that door
Akhirnya kesampaian juga mengunjungi Istana Nurul Iman dan bersalaman dengan Sultan Brunei hehe. Setelah mengunjungi istana, gue dianter menuju bandara untuk kembali menuju KL. I  will miss Brunei, negara kecil dengan kota yang super sepi dan tenang. Penerbangan ke KL menggunakan airasia. Oh iya, petugas airasia di Brunei sangat strict apalagi mengenai bagasi. Bagasi kabin ditimbang gak boleh lebih dari 7kg. jadi kalo ada bawaan yang melebihi 7kg lebih baik prepare beli bagasi yaa.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.