Posted by : Fajar Sardi Jul 18, 2017

25 Juni 2017
Setelah mendengar pengumuman dan mengetahui bahwa hari raya Idul Fitri di Brunei berbeda dengan di Indonesia, maka ada sedikit kegalauan apakah gue ikut berpuasa menambah satu hari lagi atau gak berpuasa mengikuti pemerintah Indonesia. Namun, dengan beberapa pertimbangan yaitu salah satunya  karena gue berada di Brunei, akhirnya gue mengikuti pemerintah Brunei dan kembali berpuasa hari ini. Selama bulan ramadhan, bagi yang berpuasa breakfast di hotel Brunei diganti dengan menu sahur. Alhamdulillah gak perlu mencari keluar menu sahur. Namun, menu yang ditawarkan sangat terbatas.
Sebenarnya jika mengikuti itinerary, maka hari ini gue akan solat ied di masjid jame’ Sultan Hassanil Bolkiah dan besoknya berkunjung ke istana nurul iman. Tapi karena hilal belum keliatan maka waktu gue di Brunei semakin mepet karena schedule ke istana nurul iman bergeser kehari berikutnya pas dihari kepualangan gue, huhu.
Hari ini gue berencana mencoba transportasi umum di BSB. Karena hotel dekat dengan terminal (kira kira berjalan 10 menit) as a backpacker kere, wajib dong mencoba transportasi umumnya.

bus di brunei

inside bus

bus line map
FYI, walaupun Brunei kaya raya, namun transportasi umum di Negara ini masih sangat ketinggalan dengan negara maju seperti Malaysia dan Singapore. sebenernya untuk line bus di brunei sudah hampir mencakup seluruh kawasan BSB cuman ya armadanya amsih jelek dan Gue rasa transportasi ni gak mencerminkan kekayaan negara ini wkwkwk. Tapi mungkin karena hampir setiap warganya memiliki kendaraan pribadi jadi pemerintah memang gak terlalu focus untuk mengembangkan transportasi public CMIIW. Teori itu didukung sama fakta yang gue alami, buktinya penumpang bus di Brunei ini memang kebanyaka pekerja asal Filipina, Bangladesh dan Indonesia loh. Bayangkan saja, menurut perbincangan gue dengan wakil kedubes RI di Brunei, dari 400rb warga Brunei, 100rb nya itu adalah WNI loh. WOW kann. Makanya selama di bus gue seperti naik angkutan umum dijawa karena seluruh penumpangnya ngomong jowo hmmmmm.

Tujuan hari ini adalah mengunjungi The Mall gadong dan Masjid jame Sultan hassanil Bolkiah. Menggunakan bus hanya 15 menit dari terminal dan tarifnya jauh dekat $1. makanya, kalau menggunakan bus, pilihlah satu titik dimana kita kan berhenti dan kemudian jalan aja ke lokasi wisata lainnya. Memang gak terlalu jauh, tapi karena cuaca yang sangat panas jadi berasa juga jalannya…

The Mall Gadong

didalam The Mall

Mall nya juga sepi
The Mall ini merupakan mall terbesar di Brunei. Tapi lo jangan berharap  menemukan barang2 mewah dan branded disini ya.. karena mall ini lebih mirip ITC malah. Harga yang ditawarkan menurut gue cukup mahal untuk barang2 yang terkesan emng “biasa” jadi gue gak terlalu berminat untuk berbelanja. Kalau menurut gue harga barang disini mahal dan kurang bagus.
Setelah capek berkeliling dan gak beli apa2 kehausan pun melanda haha. Cobaan banget kalo backpackeran pas puasa gini. Sekitar pukul 12 gue bergerak menuju masjid Jame’ Sultan Hassanil Bolkiah berjalan kaki. Jaraknya memang gak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit berjalan (mungkin lebih) tapi panasnya cuaca tetep bikin pengen nelen es krim huufft.
masjid jame dari kejauhan
Gue sampai di Masjid jame tepat saat azan zuhur dan melaksanakan solat di masjid Jame’asr Hassanil Bolkiah.

main gate masjid Jame'asr Hassanil Bolkiah

narsis dikit

fountain didepan masjid Jame

Masjid Jame
Berfoto di luar masjid boleh, tapi untuk didalam memang dilarang. Tapi tetep aja banyak yang foto menggunakan camera hp.

didalam masjid Jame'Asr Hassanil Bolkiah

Beautiful dome
sejuknya udara di dalam masjid membuat gue terlena sejenak. masjid ini sungguhh megahh banget. memang tidak sebesar masjid istiqlal, tetapi interior dan setiap detail dari mesjid ini sungguh membuat gue terpesona. Subhanallah, wajar pembangunan mesjid harus atas perintah Sultan karena membangun masjid bagi sultan brunei bukan hanya sekedar bangunan tempat ibadah tetap juga merupakan karya seni yang sangat indah
fountain
Masjid Jame’Asr hassanil Bolkiah ini berada ditengah kota Brunei (daerah Gadong). Menurut beberapa informasi masjid ini selesai dibangun tahun 1994 untuk merayakan 25 tahun kepemimpinan Sultan Hasssanil Bolkiah. Mesjid ini merupakan mesjid terbesar di Brunei Darussalam. Masjid ini memiliki 29 kubah emas yang merupakan symbol dari dinasi ke 29 Sultan Brunei.
Walaupun Brunei Darussalam merupakan negara islam yang kuat, namun dalam pembangunan mesjid tidak sehebat negara kita loh. Maksudnya?? Iya kalau di Indonesia hampir setiap kelurahan ada 1 majid ya kan. Nah kalau di Brunei Masjid itu dibangun oleh Sultan makanya masjid di Brunei super megah dan cantik - cantik. Jadi jumlah masjid dibrunei bisa dihitung gak sebanyak masjid di Indonesia.

Karena kagak nahan dengan panasnya Brunei, akhirnya gue nyerah dan kembali ke hotel. Karena nanti sore juga akan dijemput teman untuk ngabuburit ke Empire Hotel.
Sekitar jam setengah 5 gue di jemput bg Ibrahim untuk ngabuburit ke Empire Hotel. Perjalanan cukup 25km ditempuh dalam 20 menit kurang :D

Empire Hotel ini merupakan resort dan hotel mevvah di utara Bandar Seri Begawan dan langsung menghadap laut cina selatan. Hotel ini menurut gue sangat mewah dengan interior yang hmmm. Harga kamar termurah di hotel ini adalah sekitar Rp2,5 Juta. Hotel ini memiliki kolam renang gede yang menghadap laut dan viewnya sangat bagus…
Dan yang penting masuk ke sini gratis hehe. Saya kurang tahu apakah ada bus yang melewati rute hotel ini atau ngak. Informasi terakhir katanya sejak juli 2017 selain tamu dilarang masuk ke kawasan ini.

Empire Hotel & Resort

Empire Hotel & Resort

what a huge pool

pemandangan dari Empir Hotel

Hotel mevvah dengan kolam yang gede banget
Ocean View
Setengah jam sebelum berbuka kami kembali ke Bandar dan singgah ke Gadong market untuk berbuka…
gadong night market ini awalnya hanyalah tenda2 yang dibuat untuk berjualan, namun sultan membangun bangunan permanen agar lebih rapi.
Gadong Night Market Brunei

mencari bukaan
Alhamdulillah akhirnya azan magrib dan dilanjutkan  suara takbir :D

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.