Posted by : Fajar Sardi Jul 22, 2017

26 Juni 2017

Suasana idul fitri di Brunei sangat jauh berbeda dengan di Indonesia. Suara takbir juga hanya terdengar sebentar setelah azan magrib apalagi takbiran keliling. Jangan harap bisa ngeliat hehe. Pagi ini gue solat ied dimasjid jame’Asr Hasssanil Bolkiah. Tujuan kita solat kesana karena berdasarkan informasi, Sultan dan Royal family akan solat dimasjid tersebut. Waktu solat sama seperti di Indonesia yaitu pukul 7.30 waktu Brunei. 
kedatangan Sultan memang ditunggu oleh rakyatnya. Hanya saya agak kesal ketika beberapa orang warga atau pendatang keturunan India/ Bangladesh (maaf bukan rasis) mendorong – dorong untuk mencapai red carpet sultan. Bahkan beberapa warga Brunei tidak suka melihat kegaduhan mereka. 
ceramah ied

mendengar ceramah

kedatangan sultan Hassanil Bolkiah
Dari pengalaman yang terlihat, warga Brunei sangat cinta terhadap Sultan mereka dan begitu pula sebaliknya. Tidak ada pengamanan yang terlalu berlebihan yang dilakukan oleh Sultan saat bersapa dengan rakyatnya. IMHO, Sultan Brunei sangat dekat dengan rakyatnya agak berbeda dengan beberapa kepala negara yang pengalamannya super… Ceramahnya juga dalam bahasa melayu yang gampang dimengerti (gak seperti bhs Malaysia) namun lebih ke bahasa Indonesia dengan logat melayu. 
Setelah solat ied, Royal Family langsung meninggalkan masjid untuk kembali ke istana dan melakukan halal bi halal dengan para pejabat negara.

Sultan kembali ke Istana
Setelah selesai solat ied, gue balik ke hotel buat sarapan. Sayang gak ada lontong dan opor :(. Habis sarapan kembali keluar untuk mengunjungi kampong Ayer. Untuk mencapai kampong ayer cukup berjalan 10 menit kearah Brunei River, tepatnya diseberang yayasan shoping centre untuk menuju dermaga. Transportasi ke kampong Ayer adalah Boat dengan tarif  $0.5 sekali nyebrang. Tapi saya juga heran, ada beberapa blog bilang tarifnya itu $1 sekali jalan. Tapi pengalaman saya pribadi Cuma $0.5 yaa. Lo harus mencoba transportasi ini ketika kesini… kenapa? Naik boat atau water taxi  ini udah kayak naik wahana permainan boat dengan kecepatan tinggi. Dari gue naik sampai nyebrang cuma butuh waktu 1 menit 42 detik cepet banget. Ngeri2 sedap lah kalo kata orang Medan. Mana boatman udah kayak joki ngepot2 disela2 jembatan lagi. gue udah pasrah aja kalo boat ini terbalik hahaha.

Kampong Ayer, Venice of the east.

Kampong Ayer (Water village) ini merupakan desa terapung terbesar didunia loh. Desa ini wajib masuk  bucketlist teman2 yang mau pergi ke Brunei Darussalam. Kampong ini juga merupakan salah satu kampong yang paling tua di Brunei karena udah ada sekitar 1300 tahun lalu. Sampai saat ini kampong Ayer sudah semakin berkembang dan menyumbang 10% atau sekitar 40.000 dari total  populasi seluruh penduduk Brunei. Satu hal lagi, penduduk kampong ayer ini sudah mengikuti perkembangan zaman. Bagaimana tidak, walaupun rumah terbuat dari kayu yang mengapung di atas Brunei River, namun jangan salah kaprah. Karena walaupun diluar sederhana tetapi isi rumah mereka sudah dilengkapi dengan peralatan electronic canggih dan pendingin ruangan. Selain itu, saat ini pemerintah Brunei juga sedang membangun perumahan baru diperkampungan ini. Jadi sudah bagus2 dan lengkap deh. Ada mesjid, sekolah, listrik, telpondan internet lancer jaya. Nah, saat ini pemerintah juga sedang membangun jembatan dari muara ke kampong ayer yang rencananya selesai tahun 2018. mungkin itu akan jadi objek wisata baru juga. 
Sebagian penduduk juga memiliki boat pribadi, bahkan mobil pribadi loh haha. Tapi mobil tersebut mereka parkir diseberang sungai. Jadi kemaren gue ngobrol pas naik water taxi. Ternyata kendaraan pribadi mereka parkir dipinggir sungai dan nyebrang menggunakan water taxi. LOL 
Suasana di Kampong Ayer menurut gue patut menjadi percontohan bagi kampong air di Indonesia. Kalau di Indonesia, water village itu seperti daerah miskin yang tertinggal. Tapi disini water village itu udah bagian dari kehidupan normal masyarakat Brunei.
ini adalah beberapa foto dari kehidupan kampong ayer. pada saat gue kesini suasana masih sepi. mungkin masih pada halal bi halal hehe
transportasi air di kampong ayer. udah kayak boat race aja

masjid kampong ayer

kondisi jalan, atau lebih tepat jembatan yang menghubungkan antar rumah warga

hunian baru warna brunei, sangat modern

walaupun diperkampungan air, terdapat perumahan mevvah loo


jembatan penghubung 
Kampong ayer Brunei ini disebut juga sebagai Venice of east. Tujuan gue adalah menuju museum kampong ayer. Tapi sayangnya tutup lagi haha… akhirnya hanya jalan2 dari ujung utara ke ujung selatan disambung dari barat ke timur. Seluruh jalan dikampong ayer ini terbuat dari papan seperti jembatan dan cuacanya itu loh panasss wkwkwk. Setelah berkunjung ke kampong ayer, gue kembali janjian dengan teman dan berkeliling untuk halal bi halal ke beberapa rumah pejabat di Brunei haha. Iya, karena teman bekerja di kementrian jadilah gue berhalal bihalal dengan pejabat2 pemerintah Brunei. Disitu juga gue bertemu dengan Bpk Arko, wakil duta besar Indonesia untuk Brunei dan banyak bercerita tentang kehidupan WNI disini.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.