Posted by : Fajar Sardi Mar 27, 2017

1 Maret 2017

Pagi ini kami bangun pukul 5 pagi. Dingin dan ngantuk. Suhu udara turun menjadi 1ºC. Selimut yang setebal kasur pun gak kuat menahan dingin udara. Ditambah kaki yang sakit dan keram. Namun kami harus bangun untuk mengejar sunrise di poonhill. Cukup dengan sikat gigi dan cuci muka (read: cuci mata) kami langsung berpakaian super tebal untuk menuju ke poonhill. Saat saya menulis blog ini (sekitar tgl belasan maret), cuaca diAnnapurna sedang kacau, seharusnya sudah mulai musim semi tapi kondisi sedang snowstorm, bahkan di poonhill saja saat ini bersalju dengan suhu -7ºC.
Perjalanan dari Ghorepani ke Poonhill 45 menit (we did it 1,5 hourzzzz -_-). Kami meninggalkan hotel pukul 05.30 pagi. Ghorepani sebenarnya ada 2 yaitu, Down/bottom Ghorepani dan upper Ghorepani. Nah bagi yang mau ke poonhill saja ada baiknya tinggal di Upper ghorepani karena lebih dekat dengan Poonhill. Namun, kalau mau lanjut ke tadapani jalannya melalui ghorepani yang bawah. Oh ya, jangan lupa membawa headlamp karena kondisi jalan masih sangat gelap.
Anak tangga menuju poonhill hampir sama kaya anak tangga ulleri, bahkan banyak yang lebih curam membuat gue banyak berhenti utuk istirahat, mana kaki sakit, makanya lama banget kita nyampenya haha. Waktu menunjukkan pukul 06.30 dan kita pun bergegas supaya gak ketinggalan sunrise. Setelah perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya kami sampai di Poonhill.
Poonhill merupakan puncak bukit yang memberikan pemandangan indah pegununungan himalaya (360º view). puncak yang terlihat dari poonhill meliputi Annapurna south, hinchulli dan macchapuchre (fishtail).
perjalanan ke poonhill, sunrise

Annapurna South, dilihat dari poonhill

pemandangan 360 derajat, cuaca sangat bagus

sunrise dipoonhill
pemandangan annapurna dari poonhill

Poonhill! 3210 dengan suhu 1 derajat  derajat 

beautifull annapurna south
Kami gak berlama – lama dipoonhill. Karena setelah pukul 7.30 awan mulai menutupi pemandangan dari himalaya. Lagipula, kami harus mengejar waktu menuju tadapani. Pukul 7.30 kami turun hanya dengan memakan waktu 30menit. Kami sempat salah jalan menuju upper ghorepani. Pukul 8 kami sampai di guesthouse dan memesan sarapan. Selagi sarapan dibuat, kami langsung mengepack barang untuk dibawa menuju tadapani.
“berapa lama menuju tadapani?” seperti itulah pertanyaan gue kepada host, “5 jam” jawabnya. Berarti kalau berangkat pukul 10 akan sampai pukul 15, yes! Masih bisa leha2 gumam dalam hati. Alhasil 5 jam itu hanya sebuah ilusi wkwkwk.
Perjalanan dari Ghorepani ke tadapani kami mulai pukul 10. masih terus menjumpai anak tangga dtambah kaki yang tambah sakit (jalan sambil ngesot). Trekking pole sangat membantu sekali selama perjalanan, jadi jngan sampai lupa bawa sepasang treking pole yaa…

Macchapuchere, dalam perjalanan menuju tadapani

pemandangan dalam pejalanan menuju Tadapani
Kami makan siang di desa deurali, bukan deurali sebelum MBC, tapi ada deurali lagi sebelum bhantanti, sedangkan sebelum tadapani adalah Bhantanti. Sebenarnya bukan desa, karena hanya ada satu lodge disini, namanya Hungry Eye Lodge and restaurant.


Hungry Eye


Dalam perjalanan menuju tadapani, trek yang dilewati adalah hutan dan sungai. Ada pemandangan yang menarik selama perjalanan menuju tadapani. Banyak sekali terlihat batu yang disusun membentuk kerucut. Cerita punya cerita, ternyata batu tersebut merupakan simbol dari keberuntungan. Menurut mitos barang siapa yang mampu menyusun batu hingga membentuk kerucut, maka ia akan beruntung hehe.

tumpukan batu keberuntungan sepanjang aliran sungai menuju Tadapani

Stone
”Namaste! How long to get tadapani?” I asked. “one and half hour” the answered. Aduhh kayaknya dari sejam lalu jawaban berubah – ubah haha, ada yang satu jam, satu setengah jam, dua jam. Malah semakin dekat semakin bertambah waktunya haha. Sudah jam 4 sore tapi kami masih belum sampai di tadapani. Onde mandee.. tadapani oh tadapani, dimanakah engkau berada, kaki sudah gak sanggup melangkah T_T.
Jarum pendek di jam tangan sudah menunjukkan pukul 5 sore. Finally kami sampai di tadapani, 2 hours late on schedule. Sampai di tadapani, kami langsung mencari penginapan, Himalayan Hotel and Lodge. Penginapan yang memiliki penghangat (penting) dan view yang bagus. Sampai dihotel, pemilik langsung menawarkan kamar. Of course, kami langsung mengiyakan double bed. Harga kamar disepanjang perjalanan sangat – sangat murah. NPR200/ orang atau sekitar Rp25rb. Ya, hitungannya perorang. Kami diberikan kamar triple dengan harga double. Lumayan satu tempat tidur bisa buat bongkar barang. Guesthouse ini juga memiliki water heater, sehingga gue menyempatkan diri untuk mandi…

Hotel ini memiliki pemandangan yang lumayan bagus jika cuaca juga bagus. Sore hari ini cuaca kurang mendukung karena banyaknya awan yang menutupi puncang gunung. 

========================================================================

2 Maret 2017
Target destinasi untuk hari ini adalah Chomrong!
Namun sebelum berangkat pagi ini kami menikmati sarapan “gurung bread” sambil melihat sunrise dari balkon hotel. Pemandangan pagi ini cukup bagus dan bersih. hanya sedikit puncak gunung yang tertutup awan. Himalayan hotel, itulah nama salah satu guest house yang kami tinggali yang ada di tadapani. Tadapani yang dalam bahasa inggris artinya “far water” berada di ketinggian 2680 mdpl memiliki view yang sangat bagus. Udara di desa ini juga sangat dingin, tapi beruntung guest house ini memiliki water heater jadi masih bisa mandi hehe.

beautiful sunrise, fishtail view from Tadapani

Sunrise from Tadapani

Panoramic Vew from Tadapani

Perjalanan menuju chomrong sekitar 5 sampai 6 jam (normally). Perjalanan ke chomrong sangat menguras tenaga. Karna chomrong terletak dipuncak bukit dibalik bukit, maka mau gak mau, suka gak suka kami harus menuruni bukit kemudian naik lagi dibukit yang lain untuk mencapai chomrong. Dari desa manapun menuju chomrong pasti merasakan ke ”asoy”an tangga menuju chomrong. Apalagi yang dari jhinu Danda hahaa. Asoy geboyy
Sebelum mencapai Chomrong, kami melewati desa chuile untuk makan siang, angin dan hujan mewarnai perjalanan kami hari ini. Hujan tidak deras, tapi angin cukup kencang. Kami beristirahat sejenak dan menikmati pemandangan yang indah dari desa chuile.

Chuile


Suspension bridge to chomrong

pemandangan menuju Chomrong

Pemandangan dalam perjalanan menuju chomrong
Setelah beristirahat sebentar dan makan siang, perjalanan kami lanjutkan menuju chomrong. Perjalanan menuju chomrong dari chuile sekitar 3 sampai 4 jam.
setelah bertempur dengan ribuan anak tangga, akhirnya kami sampai di Chomrong pukul 4 sore. kami menginap di Excellent top view hotel. guest house ini merupakan rekomendasi dari pemilik penginapan kami di Tadapani. kami juga mendapatkan kamar dengan excellent view jugaa. Love it!

View from my roooom
dengan view seperti gambar diatas, kami hanya membayar NPR400 atau sekitar Rp50rb loh...
selesai beres2 dan mandi dengan water heater yang tiba2 berubah jadi air dingin ditengah2 prosesi mandi (akhirnya menggigil kedinginan) T_T kami kemudian memesan makanan untuk makan malam. gue pesan mie ramen dan chiken momo (Chicken Momo di hotel ini sangat enakk).
setelah makan malam, kami langsung cus kekamar buat istirahat krn gak ada apa2 lagi buat hiburan. selain itu badan juga udah capek bangett, jadi maunya pengen cepat tidur aja hehe

Resume Day 2 Trekking: Ghorepani to Tadapani via Poonhill, ± 8 Hours Walking
Ghorepani (2860m)- Poonhill (3210m) ±1,5 hours
Poonhill (3210m) - Ghorepani (2860m) - Deuralli (3180m) ±3 hours
Deuralli (3180m) - Tadapani (2680m) ±3,5 hours

Resume Day 3 Trekking: Tadapani to Chomrong, ± 7 Hours Walking
Tadapani (2680m) - Chuille (2245m) ±4 hours
Chuille (2245m)- Chomrong (2170) ±3 hours

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © fajarsardi's blog - Designed by Fajar Sardi.